Baru Dibangun, Jalan Lapen Sudah Ditumbuhi Rumput

  • Whatsapp

Medialampung.co.id Proyek perkerasan jalan aspal Lapis Penetrasi Makadam (Lapen) di Pemangku Sidorejo Pekon Sukanegeri Kecamatan Bangkunat Kabupaten Pesisir Barat (Pesbar), yang baru dibangun melalui anggaran Dana Desa (DD) tahun 2019 lalu, kini sudah banyak ditumbuhi rumput.

Berdasarkan pantauan di lokasi pada Sabtu (18/1), selain ditumbuhi rumput, kondisi bangunan sepanjang ruas jalan itu kini sudah bergelombang. Sehingga kuat dugaan proyek perkerasan jalan di Pekon Sukanegeri yang dibangun melalui anggaran DD itu dikerjakan secara asal-asalan.

Bacaan Lainnya



Pemangku Sidorejo, Sunarjo, saat dikonfirmasi mengatakan bangunan aspal lapen di Pemangku tersebut dibangun menggunakan anggaran DD yang pengerjaannya sekitar Oktober 2019 lalu. Sementara, pekerjanya didatangkan dari luar daerah karena menggunakan alat berat. Tapi sebagian ada masyarakat setempat yang kerja upahan saat pengerjaan jalan itu berlangsung.

“Untuk panjang ruas jalan ini sekitar satu kilo meter lebih, sedangkan mengenai besaran anggaran DD untuk pembangunan jalan aspal lapen itu saya tidak tahu,” katanya.

Sementara itu salah satu anggota Lembaga Himpun Pekon (LHP) setempat, Darmawan, membenarkan jika kondisi jalan aspal lapen di wilayah tersebut sudah banyak ditumbuhi rumput dan bergelombang. Ketika disinggung terkait dengan anggaran hingga cara pengerjaan dan ketebalan aspal itu dirinya mengaku tidak mengetahui.

“Pembangunan aspal lapen di ruas jalan lingkar Pekon ini merupakan lanjutan tahun 2018 lalu. Jika memang ada dugaan kejanggalan tentu kita berharap pihak terkait maupun Aparat Penegak Hukum (APH) dapat mengecek ke lokasi,” jelasnya.

Di tempat terpisah, Peratin Pekon Sukanegeri, Anzir, mengakui ruas jalan pertanian di pemangku Sidorejo itu dibangun melalui anggaran dana desa atau DD tahun 2019, dengan jumlah anggaran sekitar Rp400 juta, untuk peningkatan jalan aspal lapen sepanjang 1.150 meter atau satu kilometer lebih.

“Dalam pengerjaan pembangunan ruas jalan itu sudah sesuai aturan yang berlaku,” kilahnya.

Anzir juga beralasan bahwa jika banyaknya rumput yang tumbuh di atas lapen jalan pertanian yang dibangun melalui dana desa ditahun 2019 itu karena masyarakat setempat sudah lama tidak gotong royong di jalan tersebut. Bahkan, dirinya justru memperkirakan karena banyak tanah yang terbawa air ke badan jalan sehingga jalan ditumbuhi rumput.

“Ruas jalan pertanian itu adalah lanjutan di 2018, karena itu di tahun anggaran 2019 lalu dibangun lagi dengan aspal lapen. Yang jelas pembangunannya sudah sesuai aturan,” pungkasnya.(yan/d1n/mlo)



Pos terkait