Belajar dari China dan Italia Dalam Menghadapi Virus Corona Di Indonesia

  • Whatsapp

Oleh: Ahmad Priyansyah, (Mahasiswa Hubungan Internasional Universitas Islam Indonesia, Yogyakarta asal Pekon Buay Nyerupa, Kecamatan Sukau Kabupaten Lampung Barat)

 

Bacaan Lainnya



BERBICARA tentang penyebaran Virus Corona di berbagai negara, tentu saja hal yang pertama kali keluar dalam pemikiran kita adalah Republik Rakyat Tiongkok atau sebagian orang masih mengenalnya sebagai sebuah negara yang bernama Republik Rakyat China (RRC). Sebuah negara yang terletak di Asia Timur yang merupakan tempat pertama kali muncul dan menyebarnya Virus Corona, lebih tepatnya di Kota Wuhan yang merupakan salah satu kota di Provinsi Hubei.

Italia sendiri merupakan sebuah negara yang saat ini tengah menghadapi masa paling sulit untuk melawan Covid-19, hal ini terbukti dengan adanya 41.035 orang yang positif terinfeksi Covid-19 dengan jumlah korban meninggal dunia sebesar 3.405 orang per tanggal 20 Maret 2020 pagi Waktu Indonesia Barat.

Hal ini sangat mengejutkan karena jumlah korban meninggal dunia di Italia sudah jauh melampaui  korban di China yakni sekitar 3.200 orang dari total sekitar 81.100 kasus yang terjadi. Bahkan fakta yang lebih mencengangkan lagi adalah adanya 427 kasus kematian yang terjadi pada dalam satu hari yakni pada hari Kamis, 19 Maret 2020 di Italia.

Dari fakta yang terjadi di 2 negara yang terletak di 2 benua yang berbeda dan dengan jarak yang sangat jauh tersebut, kita bisa mengambil beberapa pelajaran dari apa yang dilakukan oleh pemerintah dan masyarakat di kedua Negara tersebut.

  1. Belajar dari kesigapan RRT

Pada awalnya RRT memang menganggap Covid-19 ini sebagai suatu suatu bentuk gejala Pneumonia yang baru. Namun ketika muncul kasus Covid pertama kali pada tanggal 31 Desember 2019, pemerintah pun mulai melakukan langkah-langkah pencegahan agar tidak semakin banyak warga yang tertular walaupun pada akhirnya terjadi ledakan kasus yang begitu besar di Negara tersebut. Namun hal ini ditanggapi dengan sigap dan cepat oleh pemerintah China dengan mengisolasi Kota Wuhan dan kota-kota lainnya di Provinsi Hubei agar tidak ada warga yang keluar masuk di daerah tersebut. Warga pun menanggapinya dengan baik melalui kegiatan isolasi diri dan membatasi kegiatan di luar rumah, sehingga warga hanya keluar ketika hendak membeli bahan kebutuhan setiap hari.

Selain itu, pemerintah juga memberikan respon yang cepat dalam lingkup sarana dan prasarana kesehatan, hal ini dibuktikan dengan pembangunan Rumah Sakit Khusus Pasien Corona yang dibangun dalam rentang waktu 1 minggu di Wuhan agar mampu memberikan perawatan khusus dan maksimal kepada para pasien yang positif terinfeksi Corona. 

Selain membangun rumah sakit, pemerintah juga mengimpor masker besar-besaran dari negara lain khususnya Indonesia dalam menghadapi Covid-19 agar tidak terjadi kelangkaan masker di berbagai kota dan semua pihak bisa mendapatkan masker yang merupakan salah satu alat pencegahan menularnya Covid-19.

Melalui respon yang cepat dan tanggap tersebut, China pun bisa menekan angka kematian yang terjadi akibat Covid-19. Hingga pada minggu ketiga di bulanMaret, para situasi di kota Wuhan pun mulai normal dan para warga baik yang muda maupun lansia biar keluar rumah dengan bebas, berolah raga dan menikmati indahnya musim semi di negara tersebut.

  1. Mengambil hikmah dari keteledoran Italia

Hal yang dilakukan oleh China berbanding terbalik dengan langkah-langkah yang dilakukan oleh Italia. Pemerintah dan warga Italia terkesan acuh dan menganggap remeh Covid-19. Hal ini terbukti dengan respon santai yang terjadi ketika kasus Corona pertama kali diumumkan, masyarakat umum hanya menganggap kasus tersebut sebagai flu biasa walaupun saat itu sudah ada 75 orang yang positif terinfeksi Corona pada 22 Februari.

Semua aktivitas berjalan seperti biasa, banyak warga yang tetap pergi di pusat keramaian sehingga jumlah korban terinfeksi pun semakin bertambah banyak hingga kemudian menimbulkan beberapa orang yang meninggal dunia akibat Virus Corona. Setelah kejadian ini, barulah pemerintah dan warga sadar akan bahaya Corona dan kemudian melakukan karantina di beberapa kota sebagai tempat penyebaran Virus Corona pertama kali di Italia yang berpusat di Codogna, sebuah kota yang terletak di dekat kota Milan. 

Karantina memang dilakukan, akan tetapi pemerintah tidak melakukan penutupan secara luas terhadap pusat-pusat keramaian di daerah yang berdekatan dengan Codogna sehingga masyarakat masih bebas keluar masuk Bar, Diskotik, tempat wisata dan pusat keramaian lainnya. Hal ini pun menyebabkan semakin tersebarnya Covid-19 di daerah tersebut. 

Kemudian ketika pemerintah hendak mengambil kebijakan untuk Lockdown Italia bagian Utara, ada beberapa pihak yang membocorkan rencana tersebut kepada khalayak umum. Sehingga dalam kurun waktu satu malam sebelum Lockdown dilakukan, ada 10.000 orang yang keluar dari beberapa kota di sekitar Milan menuju kota-kota lainnya yang menyebabkan semakin tersebarnya Virus Corona ke berbagai penjuru Italia termasuk beberapa kota di bagian Selatan seperti Napoli, Roma dan daerah Puglia. 

Hal ini pun mendorong dilakukannya Lockdown masal di seluruh penjuru Italia. Hotel-hotel, restoran, bar dan tempat keramaian lainnya pun akhirnya ditutup, hanya menyisakan supermarket dan apotek yang menjual kebutuhan sehari-hari warga dan juga perlengkapan medis dalam menghadapi Covid-19.

Selain itu, warga juga dilarang untuk bepergian keluar rumah kecuali untuk berbelanja keperluan sehari-hari. Ketika ada warga yang melanggar, maka akan dikenakan denda sebesar 206 euro atau senilai 3,3 juta rupiah.

Walaupun Lockdown sudah dilakukan namun hal itu cukup telat karena Covid-19 sudah terlanjur tersebar ke berbagai penjuru Italia dan menginfeksi begitu banyak orang. Sehingga angka kematian akibat Covid-19 di Italia pun terus bertambah khususnya yang terjadi pada lansia yang memiliki imunitas tubuh yang lemah dan tidak kuat untuk melawan Virus Corona. Apalagi dengan status Italia sebagai Negara dengan jumlah lansia terbanyak di Eropa dan menempati posisi 2 terbesar di dunia.

Apa yang terjadi di kedua Negara tersebut juga bisa terjadi di Indonesia tergantung dengan bagaimana Indonesia merespon Covid-19, hendak santai seperti Italia atau serius dan responsive layaknya China. Jawabannya tentu ada pada respon yang dilakukan oleh pemerintah, namun masyarakat juga harus bisa mengikuti setiap instruksi dan arahan dari pemerintah dengan baik. Khususnya arahan untuk tetap ada di rumah selama Kasus Covid-19 belum mereda dan saat Indonesia tengah bersiaga menghadapinya. (*)



Pos terkait