Belajar Daring, Semangat di Tengah Keterbatasan

  • Whatsapp

Medialampung.co.id -Guna melindungi siswa dari bahaya penularan Virus corona atau Covid-19, pemerintah melalui Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) mengeluarkan kebijakan belajar dari rumah melalui sistem dalam jaringan (Daring).

Kebijakan tersebut tertuang dalam Surat Edaran (SE) No.4/2020 yang ditandatangani Mendikbud Nadiem Anwar Makarim pada 24 Maret 2020. Aturan tersebut berisi tentang bagaimana memprioritaskan kesehatan para siswa, guru dan seluruh warga sekolah.

Bacaan Lainnya



Dengan adanya kebijakan itu, ada beragam respon dari para orang tua, guru maupun siswa. Hal tersebut dipengaruhi kondisi sosial dan ekonomi di tengah masyarakat.

Belajar dari rumah selama masa darurat Covid-19 ini memberi pengalaman baru bagi Resti Yuniar, salah satu siswi MTs N 1 Lambar warga Pekon Kubuperahu, Kecamatan Balikbukit yang secara rutin memanfaatkan Wifi gratis yang disediakan pemerintah pekon untuk mendukung kelancaran kegiatan belajar mengajar bagi siswa mengikuti sistem pembelajaran daring.

“Ya kalau ada tugas mengerjakannya dari sini (Balai Pekon). Karena lumayan daripada beli kuota kan bisa memanfaatkan fasilitas internet yang disiapkan pekon,” ujarnya.

Sementara, pengalaman baru itu juga dirasakan oleh salah satu orang tua siswa, yaitu Yani. Kini perempuan 35 tahun itu harus selalu standby mendampingi putranya, Putra Ramadhan untuk belajar via daring.

“Anak saya masih kelas tiga SD. Semua instruksi belajar disampaikan guru lewat aplikasi WA. Jadi yang bisa menerjemahkan adalah kita, orang tuanya. Jadi tambah tugas kita sebagai asisten guru,” celotehnya sambil tertawa.

Sejak sebelum ada kebijakan belajar di rumah, guru wali kelas memang telah membentuk grup WA bersama orang tua murid. Saat belajar dari rumah, media itulah yang dipakai berkomunikasi.

“Cuma aplikasi itu yang kita mampu pakai buat komunikasi. Kita semua rata-rata status ekonomi menengah ke bawah, jadi kadang-kadang kami memanfaatkan fasilitas internet gratis yang ada, kalau terus mengandalkan kuota kami tidak sanggup,” ungkapnya.

Diakui Yani, selama belajar di rumah, pengeluaran untuk pembelian paket pulsa bertambah. Apalagi dia juga punya anak yang duduk di sekolah menengah dan memerlukan interaksi lebih intensif dengan belajar daring.

“Jadi memang kondisinya sedang sedih sih. Tapi biar bagaimanapun kan kegiatan belajar harus jalan. Makanya saya berusaha terus menyemangati anak-anak belajar dari rumah,” imbuhnya.

Menyikapi beragam respon dari siswa dan orang tua tersebut, Ketua Bidang Organisasi dan Kemitraan Gerakan Literasi Daerah (GLD) sekaligus tokoh masyarakat Pekon Kubuperahu, Drs. Junaidi Jamsari, M.M, mengungkapkan bahwa Peran orang tua pada masa belajar di rumah menjadi sangat penting. Posisinya, kini seperti layaknya guru di sekolah.

“Untuk itu, kami mengajak orang tua selain menjadi guru bagi anak dirumah, juga tetap melakukan pengawasan kepada anak-anaknya terutama saat belajar online di luar rumah. Karena dikhawatirkan mereka akan menghabiskan waktu untuk bermain game dan membuka konten yang tidak layak untuk dilihat, terlebih lagi kalau sampai larut malam, hal ini berdampak pada kerusakan moral anak,” tegasnya.

Pihaknya mendorong orang tua untuk menjadi guru dengan penuh kreatifitas dan menciptakan suasana yang nyaman dalam belajar. Hal itu bertujuan agar anak-anak tidak stres saat belajar di rumah karena cara mengajar orang tua yang kemungkinan kurang sabar.

“Selain itu  orang tua juga didorong agar tidak henti -hentinya mengedukasi anak-anaknya tentang penerapan protokol kesehatan seperti menggunakan masker serta menjaga jarak minimal satu meter dari orang lain saat harus keluar rumah,” pintanya

Dengan cara edukatif itu, lanjutnya, maka penularan virus Corona dapat ditekan, dengan diawali sinergi dari keluarga.

“Kepada anak-anak, kita berpesan agar terus semangat dalam belajar meski di tengah keterbatasan. Karena untuk bisa Pentas, maka kita harus Pantas, dan bukan dengan Pintas. Terus belajar untuk menjadi orang sukses selalu fokus untuk menambah nilai,” pesannya.(edi/mlo)



Pos terkait