Belajar Online Kurang Efektif, SMK Bhakti Wiyata Pampangan Jalankan KBM Tatap Muka

  • Whatsapp

Medialampung.co.id – SMK Bhakti Wiyata Pampangan, Kecamatan Sekincau, Kabupaten Lampung Barat (Lambar) mengawali Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) Semester Genap, yang dimulai Senin (4/1), dengan sistem tatap muka (Luring).

Kepala SMK Yakkut HR, M.Pd., kepada awak media ini menyebutkan, diambilnya keputusan KBM Luring, dilatarbelakangi oleh beberapa pertimbangan, seperti SMK merupakan sekolah kejurusan. Sehingga dalam KBM cenderung melaksanakan pelajaran praktek keahlian. 

Bacaan Lainnya

Selain itu, dari pengamatannya justru dengan siswa belajar luring aktifitas siswa lebih efektif dikontrol. Artinya kalaupun ada yang melakukan hal yang bakal memicu sesuatu yang tak diinginkan dapat lebih terpantau, seperti halnya kerumunan.   

Pertimbangan lainnya, selama ini pelaksanaan KBM online (daring) kendati terkendala oleh jaringan internet (signal). Dan siswa tidak bisa mengakses pelajaran dengan baik. Bahkan pada kenyataannya dengan daring tersebut hanya Empat persen (4%), dari jumlah siswa yang mengikuti.

“Kami berani melaksanakan KBM tatap muka, juga karena sudah tersedianya protokol kesehatan (prokes) sekolah,” ujarnya.

Di hari pertama KBM dilaksanakan upacara bendera, dihalaman SMK yang fasilitas sarana prasarana pendidikannya terus ditingkatkan tersebut. 

Sebelumnya disampaikan Ketua MKKS SMK Kabupaten Lambar, Drs.Tukimin, M.Pd.,  untuk KBM Luring, di tingkat SMK, masih menunggu instruksi dari Pemprov Lampung. Artinya untuk beberapa hari ini  KBM akan dikembalikan sistem daring (online). 

“Kalau dari kabupaten telah ada rekomendasi KBM Luring, namun untuk awal-awal ini SMK masih menunggu surat edaran dari Pemprov,” sebutnya. 

Di tempat lain Ketua MKKS SMA Kabupaten Lambar Satarudin, M.Pd., KBM tatap muka (luring) untuk SMA tetap dilanjut sebagaimana penerapan yang telah dilaksanakan sebelum libur semester ganjil, dan pergantian tahun. 

Hanya saja dalam KBM tersebut sistem belajar masih sama seperti sebelum libur, dengan mengedepankan protokol kesehatan (prokes), siswa menggunakan masker, mencuci tangan dan menjaga jarak (3M).

Dan pihak sekolah menyediakan perlengkapan prokes, seperti tempat cuci tangan, alat pengukur suhu tubuh (thermogun) dan menjaga jarak meja kursi antar siswa.

Akan tetapi seperti di SMAN 1 Liwa diinformasikan pihak sekolah masih menjalankan KBM Daring. (r1n/mlo)


Pos terkait