BEM Unila Ajak Masyarakat Sepangjaya Lawan Politik Uang

  • Whatsapp
Lurah Sepangjaya Syamsu Nilam

Medialampung.co.id – Kelurahan Sepangjaya, Kecamatan Labuhanratu, Kota Bandarlampung didatangi sejumlah mahasiswa yang tergabung dalam Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Lampung (Unila).

Kedatangan para generasi bangsa ini dalam rangka mengajak masyarakat Sepangjaya khususnya untuk melawan money politic (politik uang) pada Pemilihan Walikota (Pilwakot) Bandarlampung yang akan dilaksanakan Rabu, 9 Desember 2020.

Bacaan Lainnya

Lurah Syamsu Nilam kepada medialampung.co.id mengatakan, kedatangan para mahasiswa Universitas Lampung tersebut bertujuan menggelar kegiatan Gerakan Pilkada Sehat sekaligus penyuluhan memerangi politik uang, politik sembako, kampanye hitam (black campaign).

Kemudian mengingatkan anggota PPS untuk tidak menerima uang maupun sembako dari calon walikota atau calon wakil walikota. 

Selain itu, juga mengajak masyarakat agar tidak golput (golongan putih).

Lanjut dia, para mahasiswa tersebut juga mensosialisasikan bahwa pelanggar pilkada akan menerima hukuman. Siapapun yang terbukti melanggar akan disanksi penjara paling singkat 36 bulan, dan paling lama 72 bulan, serta denda paling sedikit Rp200 juta atau Rp1 miliar sesuai pasal 187A UU nomor 10 tahun 2016.

Selama pilkada hanya boleh menerima alat peraga, berupa kaos, topi, gelas, kalender, kartu nama, pin, pena, paung dan stiker. Diluar itu, tidak diperbolehkan.

“Mereka (mahasiswa) juga mengajak mendatangi TPS untuk menyampaikan pentingnya menjalankan protokol kesehatan, seperti memakai masker dan menjaga jarak agar terhindar dari Covid-19,” singkatnya. (ion/mlo)




Pos terkait