Beredar Isu Satu Warga Pesbar Positif Covid-19, Ini Kata Tedi

  • Whatsapp
Kadis Kesehatan Pesbar Tedi Zadmiko, S. Km., S.H, M.M.

Medialampung.co.id – Masyarakat Kabupaten Pesisir Barat (Pesbar), digegerkan terkait beredarnya informasi yang menyampaikan salah satu warga di kabupaten setempat terjangkit Coronavirus Disease (Covid-19).

Menyikapi isu tersebut Kadis Kesehatan Pesbar Tedi Zadmiko, S. Km., S.H, M.M., saat dikonfirmasi membantah jika sudah ada warga Kabupaten Pesbar yang dinyatakan positif terjangkit Covid-19.

Bacaan Lainnya



Namun pihaknya langsung bergerak cepat untuk menelusuri identitas warga yang dinyatakan positif Covid-19, dan hasil pemeriksaan awal yang dilakukan tenaga kesehatan warga tersebut menunjukkan gejala yang mengarah ke Covid-19.

“Warga tersebut berprofesi sebagai tukang urut, sebelumnya pernah mengurut seseorang yang baru saja mudik dari Bekasi, Provinsi Jawa Barat dan tukang urut tersebut tidak kenal dan tidak mengetahui identitas orang yang diurutnya,” kata dia.

Tedi menegaskan bahwa warga tersebut belum bisa dikatakan positif Covid-19, karena untuk dinyatakan positif harus melalui uji lab terlebih dahulu. Karena itu dirinya berharap masyarakat jangan termakan isu yang bisa membuat panik.

“Masyarakat jangan mudah percaya dengan isu yang berkembang ditengah-tengah masyarakat, masyarakat juga harus tahu bahwa sebelum dinyatakan positif pasien harus melalui uji lab terlebih dahulu, meski ada gejala yang mengarah ke Covid-19 namun belum tentu positif,” tegasnya.

Lanjutnya, hasil pemeriksaan awal yang dilakukan sudah dilaporkan ke Dinas Kesehatan Provinsi Lampung secara online. Saat ini tukang urut tersebut sudah dilakukan isolasi dan dalam persiapan untuk di rujuk ke provinsi.

“Kami sudah melaporkan hasil pemeriksaan ke provinsi dan masih menunggu persetujuan untuk segera dilakukan rujuk ke provinsi, petugas kami juga saat ini sedang mencari identitas orang yang baru saja mudik dari Bekasi yang sebelumnya urut dengan tukang urut itu, untuk dilakukan penanganan lebih lanjut,” terangnya.

Pihaknya mengimbau masyarakat untuk tidak panik dengan informasi tersebut, tidak melakukan aktifitas diluar rumah jika memang tidak terlalu penting, tidak melakukan kontak langsung dengan orang lain, cuci tangan, dan selalu gunakan masker.

“Bagi masyarakat yang mudik untuk meningkatkan kesadarannya untuk memberikan identitas dan informasi secara jujur kepada petugas saat diperiksa di posko dan mengisolasi diri selama 14 hari,” pungkasnya.(ygi/d1n/mlo)



Pos terkait