Berkelahi dengan Oknum TNI AL, Warga Ngambur Diamankan Polisi

  • Whatsapp

Medialampung.co.id – Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Lampung Barat akhirnya angkat bicara terkait dengan insiden perkelahian yang melibatkan oknum TNI Angkatan Laut (AL) dan warga yang terjadi di areal perkebunan sawit di Pekon Gedung Cahya Kuningan Kecamatan Ngambur Kabupaten Pesisir Barat, Selasa (2/3). 

Kasatreskrim Polres Lambar AKP Made Silpa Yudiawan, S.IK., mendampingi Kapolres AKBP Rachmat Tri Haryadi, S.IK, MH., melalui Kanit Tindak Pidana Tertentu (Tipidter) Ipda. Juherdi Sumandi, SH., mengungkapkan, SF (58) warga Pekon Gedung Cahya Kuningan yang merupakan terduga pelaku kini diamankan di Mapolres setempat untuk kepentingan penyelidikan.

Bacaan Lainnya



“Atas dasar laporan dari anak korban (Serka IR), terduga pelaku yakni SF kami amankan di Mapolres setelah menjalani perawatan di puskesmas karena mengalami luka,” ungkap Juherdi, Kamis (4/3). 

Disinggung soal motif perkelahian hingga menyebabkan keduanya mengalami luka sabetan senjata tajam (Sajam), Juherdi mengaku pihaknya saat ini sedang melakukan penyelidikan dan mendalami terkait itu. Saat ini keterangan baru dari sepihak, mengingat IR oknum TNI AL berpangkat Serka tersebut sedang menjalani perawatan di RSU Abdoel Moeloek Bandarlampung. 

“Kami sedang mendalami apa yang melatar belakangi hingga itu terjadi, kami baru bisa mengambil keterangan dari terlapor, sementara korban belum bisa dimintai keterangan karena menjalani perawatan di RSU Abdoel Moeloek karena mengalami luka cukup serius,” kata dia, seraya menambahkan terkait penanganan perkara tersebut, POM AL juga sudah melakukan koordinasi dengan Satreskrim Polres setempat. 

Untuk diketahui, oknum AL Serka IR (52) beralamat di Pangkalan TNI Angkatan Laut (Lanal) Lampung terlibat perkelahian dengan SF (58) warga Pekon Gedung Cahya Kuningan Kecamatan Ngambur Kabupaten Pesisir Barat, Selasa (2/3). 

Berdasarkan informasi yang berhasil dihimpun, perkelahian tersebut diduga dipicu, permasalahan sengketa lahan perkebunan sawit seluas kurang lebih 2 Hektar yang mengakibatkan kedua belah pihak melakukan perkelahian dengan menggunakan senjata tajam yang mengakibatkan luka-luka pada keduanya.

Akibatnya, Serka IR yang saat kejadian berseragam, mengalami luka luka robek di bagian pipi sebelah kanan, luka robek antara telunjuk tangan sebelah kiri, luka robek di lengan kiri, dan luka robek di bagian rahang sebelah kiri. Sementara, SF., mengalami luka robek di bagian pelipis sebelah kanan, luka robek pergelangan tangan kanan, luka robek di telunjuk tangan kanan, luka robek di jempol tangan kiri serta luka memar di dada. (nop/mlo)




Pos terkait