Berkunjung ke Bandarlampung, Teten Masduki Apresiasi Keberhasilan Pemkot Kelola UKM

  • Whatsapp

Medialampung.co.id – kedatangan Menteri Usaha Kecil Menengah (UMK) Teten Masduki di Provinsi Lampung untuk melihat perkembangan usaha kecil menengah yang berada di Provinsi Lampung, termasuk Kota Bandarlampung yang mempunyai kerajinan khas kain Tapis yang sudah lama berkembang.

Dalam rangkaian kunjungan kerja tersebut, Teten Masduki, menyempatkan diri berkunjung ke Pemkot Bandarlampung.

Bacaan Lainnya

Hadir dalam kunjungan tersebut, Kajari Bandarlampung Lampung Abdulah Noer Deny, Kapolresta Bandarlampung Kombes Pol Ino Harianto, Dandim 0410/KBl Kolonel Inf Romas Herlandes.

Dalam kesempatan itu, Teten Masduki menyaksikan pengukuhan Petugas koperasi, sekaligus menyaksikan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) Pemkot Bandarlampung dengan Bank Mandiri untuk menyalurkan bantuan pinjaman tanpa bunga bagi pelaku UMKM.

Penandatanganan MoU antara Walikota Bandarlampung, Eva Dwiana, dan Head Area PT Bank Mandiri Lampung, Yunus Mulia,di lakukan di Aula Gedung Semergou Pemkot Bandarlampung, Rabu (8/9)

“Untuk UMKM yang ada di Bandarlampung, alhamdulillah, kita sudah penandatanganan MoU dengan Bank Mandiri, pinjaman tanpa bunga. UMKM yang terdampak pandemi Covid-19, insyaallah, bisa bangkit kembali,” kata Eva Dwiana

Walikota menyampaikan pemerintah pusat, melalui Kementerian Koperasi dan UKM, juga akan menyalurkan bantuan kepada para pelaku UMKM yang tergabung dalam 4 koperasi yang dikukuhkan pada acara yang sama.

Yaitu Koperasi Produsen Tapis Sikep, Koperasi Produsen Sulam Usus Agow, Koperasi Produsen Sentra Kopi, dan Koperasi Produsen Keripik Pisang Bangek.

“Empat koperasi ini mudah-mudahan bisa merangkul semua UMKM yang ada di Bandarlampung,” ujar dia.

Selain bantuan pinjaman modal, lanjut Eva Dwiana, Menteri Koperasi dan UKM juga mendorong Pemkot untuk mendirikan sentra-sentra UMKM dalam mengenalkan memasarkan produk-produk UMKM.

“Kita akan punya rest area untuk UMKM di Bandarlampung (yang buka) Sabtu-Minggu, dari area parkiran Rumah Dinas Walikota sampai Stasiun RRI,” kata dia.

Eva Dwiana menyampaikan syarat bagi para pelaku UMKM yang akan mendapatkan bantuan pinjaman modal tanpa bunga dari Bank Mandiri adalah warga Kota Bandarlampung dan tidak sedang melakukan pinjaman modal di bank lain.

“Nanti kita lihat, kalau sudah ada hubungan dengan bank lain seperti BNI dan BRI, tidak bisa pinjam lagi di Mandiri. Tapi kalau mereka selesaikan dulu (pinjaman) baru bisa nanti ke Bank Mandiri,” tutup dia.

Sementara, Head Area PT Bank Mandiri Lampung, Yunus Mulia, mengatakan mendukung penuh program Pemkot Bandarlampung untuk membantu UMKM di kota setempat, khususnya di masa pandemi Covid-19.

“Tidak ada target (jumlah) UMKM tapi kita support Bunda, berapapun yang disampaikan Bunda, kita akan seleksi dan sesuai kesepakatan kita salurkan,” ujar Yunus.

Dia menuturkan pemerintah menyiapkan dana Rp30 triliun untuk program kredit usaha rakyat (KUR) dalam meningkatkan akses pembiayaan UMKM di seluruh Indonesia, sebagaimana yang disampaikan Menteri Koperasi dan UKM.

“Kalau disampaikan Pak Teten, ada sampai Rp30 triliun seluruh Indonesia. Tinggal serapannya di daerah masing-masing. Dari sisi angka, pemerintah selalu menyalurkan 70% itu KUR, yang sangat bermanfaat bagi masyarakat saat ini,” pungkas dia.

Pada kesempatan yang sama Menteri UKM Teten Masduki menyampaikan apresiasinya atas keberhasilan Pemkot Bandarlampung mengelola UKM dan koperasi yang sudah berkembang pesat.

“Pemerintah pusat melalui kementerian UKM akan terus mendorong pertumbuhan ekonomi dengan usaha kecil menengah, seperti kerajinan kain,dan sentra-sentra makanan,dan kita lihat di Bandarlampung sudah berjalan dengan baik, Dan kita kesini memastikan program bantuan presiden untuk pemulihan ekonomi nasional produktif usaha mikro, kan masih banyak modal mereka yang terpakai untuk urusan keluarga,nah kita harus bantu agar bisa berusaha kembali,” jelas Teten Masduki.

Untuk kedepannya pihaknya ingin bekerja sama dengan Pemkot Bandarlampung menyiapkan UMKM yang punya daya saing.

“Sedangkan bantuan UKM sudah 92%, kita menargetkan bulan ini 100% sudah bisa menerima, untuk membantu mereka meningkatkan usahanya di tengah pandemi ini,” tambahannya

Teten Masduki menjelaskan, membayar ahli untuk menjadi teman konsultasi bagi UMKM agar bisa mengembangkan usahanya, dan juga produk, bagi UMKM juga ada program sertifikasi halal.

“Kan ada juga pengusaha kuliner yaitu perempuan yang membutuhkan sertifikasi, sedangkan, untuk program penyaluran bantuan kita berkoordinasi dengan KPK dan BPK dengan sistem By name by address jadi kami tidak khawatir, untuk tahun ini sudah lebih baik,” tutup Menteri UKM Teten Masduki.(jim/mlo)


Pos terkait