Besok, Penyidik Mulai Periksa Saksi-saksi Terkait Lahan Yayasan Darul Qur’an

  • Whatsapp
Kanit Tipidter Polres Lambar Ipda Juherdi Sumandi, SH.,

Medialampung.co.id – Penyidik Unit Tindak Pidana Tertentu (Tipidter) Satuan Reserse dan Kriminal (Satreskrim) Polres Lampung Barat, telah melayangkan surat panggilan kepada lima orang saksi terkait dugaan pemalsuan dokumen untuk pengurusan sertifikat lahan yang dilakukan oleh AR selaku ketua Yayasan Darul Qur’an Pekon Tanjungsari Kecamatan Bandarnegeri Suoh (BNS). 

Kasatreskrim Polres Lambar AKP Made Silpa Yudiawan, SIK., mendampingi Kapolres AKBP Rachmat Tri Haryadi, SIK, MH., melalui Kanit Tipidter Ipda Juherdi Sumandi, SH., mengungkapkan, ada lima orang saksi yang telah dilakukan pemanggilan untuk hadir guna klarifikasi terkait permasalahan tersebut. 

Bacaan Lainnya


“Jadi ada yang besok, ada juga yang lusa, mereka (saksi-saksi) kami undang untuk dilakukan klarifikasi terkait laporan yang kami terima,” ungkap Juherdi, Selasa (23/3). 

Menurut dia, kelima orang saksi tersebut adalah orang-orang mengetahui terkait lahan yang telah bersertifikat yang menjadi akar masalah. Diantaranya adalah orang yang namanya tertera dalam dokumen saat pengajuan penerbitan sertifikat di Kantor Kementerian Agraria dan Tata Ruang atau Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN). 

“Surat undangan sudah kami kirim dan insha Allah sudah diterima oleh para saksi, dan kami berharap saksi bisa hadir pada jadwal yang telah ditetapkan, kemudian tentunya karena saat ini sedang ada pandemi Covid-29 agar mematuhi protokol kesehatan, ” imbuhnya. 

Seperti diketahui, AR, Ketua Yayasan Darul Qur’an, dilaporkan ke Satreskrim Polres Lampung Barat atas dugaan pemalsuan dokumen untuk memuluskan upaya dalam mencaplok lahan warga di wilayah itu. AR dilaporkan langsung oleh Peratin Tanjungsari Sukamto, bersama sejumlah korban yang merasa dirugikan secara materill maupun non materiil. 

Sukamto mengungkapkan, dugaan pemalsuan dokumen dan penyerobotan lahan warga tersebut bermula saat tiga orang warga atas nama Dwi Narto, Boimin dan Misran mengajukan pembuatan sertifikat Program Nasional Agraria (Prona) pada bulan Juli tahun 2020 lalu.

Saat Pengukuran dilakukan oleh petugas Kantor Kementerian Agraria dan Tata Ruang atau Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) ternyata lahan ketiga orang tersebut sudah dimiliki oleh atas nama Abdur Rohman selaku Ketua Yayasan Darul Qur’an seluas 1 hektar dengan pembuatan sertifikat mandiri pada tahun 2017. (nop/mlo)




Pos terkait