Besok, Perkara Korupsi BUMD Pesagi Mandiri Perkasa Tahap II

  • Whatsapp

Medialampung.co.id – Kasus korupsi Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Lampung Barat senilai Rp10,1 miliar, yang menyeret dua nama Direktur Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) PT. Pesagi Mandiri Perkasa yakni GP selaku Direktur Utama dan DS Selaku Direktur Operasional akan naik tahap II hari ini, Selasa (28/12).

Kepala Kejari Lambar Riyadi, SH., mengungkapkan, tahap II perkara dugaan korupsi APBD Lambar tersebut akan dilaksanakan di Kejaksaan Tinggi (Kejati) Lampung dan ia sendiri akan menjadi Jaksa Penuntut Umum (JPU) pada perkara tersebut bersama Kasi Pidsus Kejari Liwa Bambang Irawan, SH.

Bacaan Lainnya

”Iya, besok saya bersama Kasi Pidsus akan ke Kejati terkait dengan tahap II Perkara Korupsi anggaran BUMD PT. Pesagi Mandiri Perkasa dan kebetulan saya bersama Kasi Pidsus akan menjadi jaksa penuntut umum dalam perkara tersebut,” kata dia.

Namun, Riyadi mengaku belum bisa merinci pasti terkait dengan perkara tersebut, karena proses penyelidikan itu ada di Polda Lampung, dan karena lokus perkara tersebut berada di Lambar maka seluruh administrasinya di Kejari Lambar.

”Administrasinya semua di Kejari Lambar, tetapi karena baru mau tahap II besok, jadi saya belum tahu secara rinci perkara tersebut seperti bagaimana,” ujarnya. 

Untuk diketahui, sempat alot akhirnya Polda Lampung menetapkan dua tersangka dugaan korupsi APBD Lampung Barat (Lambar) tahun 2015-2016. Nilainya cukup bombastis Rp10,1 miliar.

Dugaan korupsi berawal dari Pemkab Lambar yang menyuntikan dana APBD ke PT Pesagi Mandiri Perkasa. DPRD Lambar bertanya dan meminta keberadaan keuangan penyertaan modal Pemkab Lambar yang diberikan ke BUMD senilai Rp10,1 miliar tersebut.

Semestinya, dana itu digunakan untuk jual beli semen, gas elpiji, serta komputer. Serta untuk mendirikan SPBU di Sekincau. Tetapi saat audit tak kunjung selesai. Buntutnya, Polda Lampung turun tangan. (nop/mlo)


Pos terkait