Bocah 9 Tahun Dicabuli Tetangga Sendiri, Terungkap Korban Mengeluhkan Sakit Pada Organ Intim

  • Whatsapp
ilustrasi

Medialampung.co.id – AN (9) anak di bawah umur warga Kampung Banjarkertarahayu, Kecamatan Waypengubuan, Lampung Tengah, menjadi korban pencabulan tetangganya sendiri. Kejadian ini dilaporkan ayah korban ke Polsek Waypengubuan, Sabtu (16/5).

Kapolsek Waypengubuan Iptu Widodo Rahayu mewakili Kapolres Lamteng AKBP Popon Ardianto Sunggoro mengatakan, pihaknya menerima laporan pencabulan dari ayah korban. “Kita terima laporan ayah korban terkait pencabulan yang menimpa anaknya. Dasar No.Lp/ 64 -B/V /2020 /Res.L.T/Sek Way.Ubu, Tgl. 16 Mei 2020,” katanya.

Bacaan Lainnya



Kasus pencabulan ini, kata Widodo, terungkap bermula ketika korban mengeluh sakit di bagian alat vitalnya. “Korban ini mengeluh sakit di alat vitalnya pada Maret 2020. Pada Kamis (14/5), korban mengeluhkan sakit lagi. Pada Jumat (15/5) sekitar pukul 21.00 WIB, kakak korban bertanya penyebab sakitnya. Korban bercerita alat vitalnya sakit akibat dicabuli tetangganya. Ayah dan kakak korban kaget. Setelah bermusyawarah akhirnya melaporkan kasus ini ke polisi,” ujarnya.

Berdasarkan laporan korban, kata Widodo, pihaknya langsung melakukan penyelidikan. “Kita menangkap tersangka Samsudin (42), warga Kampung Banjarkertarahayu, Kecamatan Waypengubuan, yang merupakan tetangga rumahnya, Minggu (17/5) sekitar pukul 03.00 WIB. Tersangka dijerat dengan Pasal 81 ayat 1, 2 Jo 76D dan Pasal 82 Jo Pasal 76E UU No.17/2016 tentang Penetapan Pengganti UU No.1/2016 tentang Perubahan Kedua atas UU RI No. 23/2002 tentang Perlindungan Anak,” ungkapnya.

Berdasarkan keterangan tersangka, kata Widodo, peristiwa pencabulan sudah dua kali dilakukan terhadap korban di rumahnya. “Sudah dua kali pengakuannya. Yakni Jumat (15/3) sekitar pukul 11.00 WIB dan Minggu (1/4) sekitar pukul 09.00 WIB. Perbuatan bejat ini dilakukan tersangka karena kecewa terhadap istrinya sehingga melampiaskan kepada anak-anak tetangga,” katanya.

Ditanya apakah ada korban lainnya, kata Widodo, kemungkinan ada. “Kemungkinan lebih dari satu orang. Sejauh ini ada dua orang anak di bawah umur yang kita periksa. Kita masih terus dalami kasus ini,” ungkapnya. (sya/mlo)



Pos terkait