Bocah Kelas 6 SD Ditemukan Neneknya Gantung Diri di Kamar Mandi

  • Whatsapp
Camat Gadingrejo Yuli Susapto SE, dan Kepala pekon Blitarejo Maryanto memberikan dukungan moral keluarga MRA yang tengah diselimuti duka - Foto ist/mlo

Medialampung.co.id – Meski warga sempat dibawa ke Puskesmas Wates Kecamatan Gadingrejo, namun nyawa MRA (12) tak tertolong.

Bocah kelas 6 SD itu ditemukan oleh neneknya Aminah dengan posisi tergantung di kamar mandi pada Senin (21/9) sekitar pukul 14.00 WIB.

Bacaan Lainnya



Plh Kapolsek Gadingrejo, IPTU Wanda Ervam Liton Dachi MH mewakili Kapolres Pringsewu AKBP Hamid Andri Soemantri, SIK mengatakan, setelah mendapat laporan peristiwa gantung diri, petugas langsung mendatangi Tempat Kejadian Perkara (TKP). 

“Saat petugas tiba di TKP posisi korban sudah diturunkan oleh warga masyarakat dan sudah dibawa ke Puskesmas Wates untuk menjalani proses pemeriksaan medis,” jelas IPTU Wanda Ervam Liton Dachi. 

Berdasarkan hasil pemeriksaan medis, lanjutnya, korban sudah dalam keadaan meninggal dunia. Kemudian juga ditemukan bekas jeratan di leher dan terdapat ciri khas bunuh diri.

Sebelum ditemukan dalam posisi tergantung, ternyata sekitar pukul 13.45 WIB korban sempat berpamitan pada neneknya untuk buang air besar. Sekitar 15 menit kemudian neneknya mencari cari korban di sekitar rumahnya. Namun korban tak terlihat, hanya sandalnya ada di depan pintu kamar mandi.

Karena di panggil panggil tak ada jawaban neneknya langsung membuka pintu kamar mandi yang tak terkunci.

“Neneknya langsung berteriak minta tolong, melihat korban tergantung dengan seutas tali tambang warna merah yang dikaitkan pada lemari di ruang kamar tidur samping kamar mandi. Selain itu juga tambang tersebut dimasukkan melalui lubang tembok yang menghubungkan antara kamar mandi dan kamar tidur,” jelasnya.

Dalam perkara gantung diri ini petugas turut mengamankan barang bukti berupa 1 utas tali tambang warna merah panjang kurang lebih sekitar 3 Meter, 1 helai kaos warna merah biru dan 1 buah kursi kayu kecil,.

Terpisah, kepala pekon Blitarejo, Maryanto mengatakan, pihaknya mendapat laporan pukul 14.30 WIB dan langsung ke lokasi.

Kejadian ini kemudian dilaporkannya ke Bhabinkamtibmas yang meneruskannya ke Polsek Gadingrejo. Selanjutnya aparat kepolisian melakukan pemeriksaan.

Keharuan mengiringi  saat  jenazah MR dimakamkan.

“Ya sore menjelang malam tadi di makamkan,” terang Camat Gadingrejo Yuli Susapto, SE yang langsung bertakziah ke rumah duka.

Menurutnya dirinya langsung ke rumah duka setelah mendapat kabar mengenai peristiwa tersebut.

“Kami ikut berduka, semoga keluarga dapat tabah menerimanya” pesan Yuli Susapto.(sag/rnn/mlo)



Pos terkait