Boleh Anggarkan Alat USG, Asal Jangan Jadi Rongsokan

  • Whatsapp
Rapat pembahasan lanjutan KUA PPAS di ruang sidang Marghasana DPRD Lambar Kamis (1/8)

Medialampung.co.id – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Lampung Barat, diminta mengusulkan pengadaan alat kesehatan (Alkes) berupa Ultrasonografi (USG), sebuah alat diagnosis pencitraan yang menggunakan gelombang suara berfrekuensi tinggi untuk menggambarkan organ internal, untuk sejumlah Puskesmas di kabupaten setempat.

Usulan tersebut diharapkan untuk dituangkan dalam KUA PPAS. Dan itu mendapatkan tanggapan baik dari kalangan Badan Anggaran (Banang) pada rapat pembahasan di Ruang Sidang Marghasana DPRD setempat, Kamis (1/8). Hanya saja berbagai masukan juga disampaikan pihak Banang.

Bacaan Lainnya



Ketua DPRD Lambar Edi Novial mengatakan, Dinkes setempat perlu melakukan pengadaan alat USG di Puskesmas khususnya yang jauh dari Rumah Sakit Umum Daerah Alimudin Umar (RSUDAU) Lambar.

“Jika tidak menyalahi aturan dan barang itu bisa dipakai, kenapa tidak kita menganggarkan alat USG itu, mengingat seperti di kecamatan Suoh dan BNS sangat jauh dari jangkauannya untuk menuju RSUDAU,” kata Edi.

Lanjutnya, kalaupun memang tidak bisa dilakukan pengadaan di masing-masing Puskesmas yang ada di Bumi Beguai Jejama Sai Betik ini, setidaknya bisa dilakukan di Puskesmas-Puskesmas tertentu saja.

“Jadi tidak harus di setiap Puskesmas, karena kita menyesuaikan dengan keuangan daerah. Yang jelas alat USG ini sangat dibutuhkan, karena dari laporan yang kami terima banyak warga BNS dan Suoh yang melakukan USG di Tanggamus dengan alasan jarak tempuh lebih dekat. Tapi yang harus kita pikirkan yaitu warga yang kurang mampu, jadi saya rasa ini cukup emergensi,” tegas Edi.

Sementara anggota Banang Heri Gunawan meminta agar Dinkes betul-betul memperhatikan terkait dengan pengoperasiannya, jangan sampai alat yang dibeli dengan harga mahal menjadi alat yang mubazir karena tidak bisa memfungsikannya.

“Jangan sampai alat sudah kita beli malah menjadi barang rongsokan, artinya harus betul-betul ada yang bisa memfungsikannya di puskesmas, dan kami mendukung itu,” imbuhnya.(nop/mlo)



Pos terkait