BPBD Lambar Siapkan Alat dan Tim SAR Untuk Mencari Haikal

  • Whatsapp
Ilustrasi

Medialampung.co.id – Peratin Pekon Pagardewa, Kecamatan Pagadewa, Kabupaten Lampung Barat (Lambar) Rusdani, mengaku telah melapor via handphone, ke Pemkab Lambar terkait dua musibah beruntun yang terjadi di pekon setempat dampak dari meluapnya Sungai (Way) Umpu, Jumat (10/4).

Dijelaskannya, kejadian pertama tergerusnya badan jalan poros yang kini tidak dapat dilalui kendaraan roda empat, dan tragisnya lagi hanyutnya Haikal bocah usia Tiga Tahun, tergelincir dari sepeda motor Vega ZR yang dikendarainya bersama sang istri  Lia dan Kamit ketika melintasi Jembatan Gantung di Pemangku Talangkeruhun, Pukul 18.00 WIB Jumat (10/4).

Bacaan Lainnya



Dijelaskannya, jembatan itu sebagai jalan alternatif penghubung Pemangku I dan II, dimana ketika terjadi hujan jembatan itu menjadi solusi warga karena jaraknya lebih dekat.

“Lebar jalan ini 2,4 meter dan Panjangnya 16 Meter, dengan lantai kayu hanya saja karena digantung jadi saat ada beban ada getarannya,” imbuhnya. 

Ditambahkannya selain warga dan masyarakat, dan aparatur pekon beberapa pekon setempat kini ada juga  pihak Kecamatan dipimpin oleh Camat M. Yones, S.S.Tp, M.H., dan aparat kepolisian Polsek Sekincau menelusuri Aliran Sungai Umpu guna mencari Haikal. 

Terpisah, Kabid Kedaruratan dan Logistik Mekal Novisa, S.T., mendampingi Kepala BPBD Lambar Drs Ismet Inoni, M.M., mengaku kini pihak BPBD telah standby dengan telah melengkapi peralatan dan mengumpulkan personil yang kebetulan sebagian lagi disebar tugas di Posko penanganan Coronavirus 2019 Disease (Covid-19).

“Kami dari BPBD berangkat ke lokasi besok pagi, sebab walaupun berangkat malam ini kondisi tidak memungkiankan juga ditambah keterbatasan peralatan. Dan jika terlalu dipaksakan justru beresiko pada keselamatan petugas  Search And Rescue (SAR), karena itu malam ini kami siapkan segala bekal dan tenaga besok pagi langsung meluncur,” tegasnya. (rin/mlo)



Pos terkait