BPJN Tangani Tiga Titik Longsor Jalan Nasional di Lambar

  • Whatsapp
Peninjauan Pelaksanaan Pekerjaan Penanganan Bencana Longsor oleh Kasatker PJNW II Provinsi Lampung bersama PPK dan Kasatker P2JN Provinsi Lampung

Medialamoung.co.id – Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Provinsi Lampung mulai melaksanakan penanganan longsor yang mengikis bahu jalan nasional salah satunya di Tanjakan Waysemangka, Pekon Bedudu, Kecamatan Belalau, Kabupaten Lampung Barat.

PPK 2.3 Batas Provinsi Bengkulu-Simpang Gunung Kemala Padang Tambak melalui Koordinator Lapangan, Rusmadi Ghani, S.T, menuturkan, penanganan longsor di jalan nasional khususnya yang ada di Kabupaten Lambar sedang dalam pelaksanaan pekerjaan. Tercatat ada tiga titik longsor yang ditangani yaitu satu titik pada ruas Liwa-Padangtambak dan dua titik pada ruas Padangtambak-Sumberjaya. 

Bacaan Lainnya

“Desain penanganan berupa Bored Pile dan Sheet Pile atau sistem pembangunan tiang pancang penahan dinding tanah agar tidak terjadi longsor. Pekerjaan ditarget rampung pada Desember tahun 2021 mendatang,” kata Rusmadi.

Terusnya, pelaksanaan pekerjaan penanganan bencana longsor pada jalan nasional memang telah menjadi prioritas BPJN sejak tahun 2020 lalu. Hal itu sebagai bentuk komitmen kementerian PUPR melalui BPJN untuk selalu menjaga fungsi jalur lalu lintas khususnya di ruas jalan nasional. 

“Penanganan yang kita lakukan ini sifatnya permanen, sehingga membutuhkan perencanaan yang matang untuk efektivitas penanganan. Sehingga tahun 2020 lalu proses perencanaan dan tahun ini mulai penanganan,” imbuhnya.

Sementara terkait penanganan jalan longsor tersebut mendapat tanggapan hangat dari masyarakat terutama pengguna jalan, seperti yang diungkapkan Roby Sugara. Menurutnya, amblasnya jalan nasional itu sangat membahayakan keselamatan pengendara karena terjadi penyempitan badan jalan akibat terjadinya penggerusan bahu jalan.

“Kondisi yang terjadi sebelumnya memang sangat membahayakan pengendara, tapi Alhamdulillah sekarang sudah ditangani. Kita berharap perbaikan yang dilakukan ini betul-betul dimaksimalkan supaya tidak terjadi kerusakan susulan,” harapnya.

Apalagi, kata dia, selain berdampak terganggunya arus lalulintas, longsor tersebut juga merusak areal perkebunan warga sekitar, karena setiap hujan turun, air yang berasal dari badan jalan turun dan menggenangi area perkebunan warga yang berada di bawah jalan nasional tersebut.(edi/mlo)


Pos terkait