BPN/ATR Lampung Bahas Integrasi Penataan Aset dan Akses Gugus Tugas Reforma Agraria

  • Whatsapp

Medialampung.co.id – Badan Pertanahan Nasional/Agraria Tata Ruang (BPN/ATR) Provinsi Lampung melakukan rapat integrasi penataan aset dan akses gugus tugas reforma agraria Provinsi Lampung tahun 2021 dengan tema “Reforma Agraria di Tanah Perkebunan dengan Pola Kemitraan,” Selasa (22/6) .

Dalam sambutannya Kepala BPN/ATR Provinsi Lampung Yuniar Hikmat Ginanjar mengatakan bahwasanya Presiden Republik Indonesia Joko Widodo selalu mengarahkan untuk memprioritaskan program stabilitas nasional yang berdampak langsung bagi pemerataan dan penguatan ekonomi rakyat seperti program stabilitas tanah rakyat melalui tanah transmigrasi, reforma tanah agraria perhutanan sosial serta peremajaan perkebunan rakyat.

Bacaan Lainnya

“Tahun 2021 kami mempunyai target 21.645 bidang diantara 1.900 bidang harus terealisasi menjadi sertifikat, sedangkan untuk target retribusi tanah 25.801 bidang, target lintas sektoral 2.652 bidang,” ungkapnya.

Sebagai tindak lanjut dan pedoman tanda sepahaman pada pengelolaan kelapa sawit BPN Provinsi Lampung mengadakan perjanjian kerjasama dengan PT. Sumber indah perkasa dan KUD Indah sejahtera dalam hal pandataan tanah privantik untuk kelapa sawit yang berada yang berada Kabupaten Mesuji.

“Harapannya dengan adanya kemitraan ini tetap stabil dan terjaga,” jelasnya.

Sementara Sekretaris Daerah Provinsi (Sekdaprov) Lampung Fahrizal Darminto mengatakan program kerja Pemerintah Presiden Republik Indonesia Joko Widodo yang merumuskan sebagai nawacita salah satunya cita kelima yang berbunyi program Indonesia kerja dan Indonesia sejahtera dengan mendorong sertifikasi tanah seluas 9 juta hektar.

“Yang dituangkan dalam rencana pembangunan nasional dengan target gugus tugas pelaksanaan agraria,” katanya.

Lanjutnya, Tujuan reforma agraria adalah mengurangi ketimpangan, penguasaan kepemilikan tanah dalam rangka menciptakan keadilan.

“Kemudian menciptakan Sumber kemakmuran dan kesejahteraan masyarakat yang berbasis agraria melalui pengaturan penguasaan kepemilikan dan pemanfaatan tanah serta menciptakan lapangan kerja untuk mengurangi angka kemiskinan yang dituangkan juga dalam visi Gubernur Lampung yaitu menciptakan Lampung Berjaya,” tutupnya.

Selanjutnya acara dilanjutkan dengan pemukulan gong simbol pemukulan gong pembuka acara kemudian penandatanganan perjanjian kerja sama. (ded/mlo)




Pos terkait