Brian Rafasa, Balita Penderita Kanker Mata Butuh Uluran Tangan 

  • Whatsapp

Medialampung.co.id – Brian Rafasa, (3) balita kelahiran 11 Maret 2017 warga Pekon Kembahang, Kecamatan Batubrak, Kabupaten Lampung Barat membutuhkan bantuan dan uluran tangan untuk penyembuhan penyakit kanker mata yang kini dideritanya.

Brian Rafasa divonis menderita penyakit kanker mata yang kini telah mencapai stadium II pada sebelah kiri sejak ia berusia 3 bulan. Saat ini ia sedang tengah menjalani pengobatan di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) Jakarta Pusat.

Bacaan Lainnya



Hampir Setiap bulannya, Brian harus menjalani pengobatan, dan hingga kini tercatat telah menjalani kemoterapi sebanyak 9 siklus, operasi 8 kali, Bone Marrow Puncture (BMP) sebanyak dua kali, CT-Scan 1 kali, Magnetic resonance imaging (MRI) 3 kali bahkan ia pernah mengalami koma selama 3 minggu di awal tahun 2018 lalu.

Pengurus Komunitas Lambar Peduli Sesama, Wartini Oktarina mengatakan, Brian Rafasa yang merupakan putra kedua dari pasangan Aristama dan Evi Yurida itu tampak hanya terbaring lemah dengan kondisi tubuh yang sangat memprihatinkan. 

“Dengan kondisi itu kami mengajak kita semua agar dapat bersama-sama menyisihkan rezeki untuk membantu adik Brian Rafasa mengobati kanker mata yang dideritanya sejak usia tiga bulan,” ajaknya.

Ia menjelaskan, berdasarkan keterangan dari sang ibu, awal mula penyakit yang dideritanya diketahui ketika Brian usia 3 bulan, saat itu ia terlihat tidak seperti bayi pada umumnya karena di mata bagian sebelah kiri berbeda dari biasanya. 

“Setelah mencari informasi barulah keluarga mengetahui bahwa itu tanda-tanda dari kanker mata, Ketika usia lima bulan di periksa ke Rumah Sakit Umum Daerah Alimuddin Umar. Namun karena fasilitas yg tidak memadai akhirnya dirujuk ke RSUD Abdoel Moeloek, setelah itu dirujuk kembali ke RSCM Jakarta yang mempunyai fasilitas lengkap serta ditangani oleh dokter kemudian didiagnosis menderita Retinoblastoma atau Kanker Mata,” terangnya.

Sejak saat, lanjutnya Brian TELAH menjalani kemoterapi sebanyak 9 siklus, operasi 8 kali, BMP 2 kali, CT Scan 1 kali, MRI 3 kali, dan pernah mengalami koma selama 3 minggu di awal tahun 2018. 

“Kemudian di tahun 2020 dokter menyatakan bahwa terdapat jaringan sel kanker baru di mata yang sama sehingga dilakukan kemo ulang dan operasi kembali. Sampai saat ini masih menjalani kemoterapi. Karena sel kanker yg baru jadi naik menjadi stadium dua,” imbuhnya.

Untuk saat ini komunitasnya telah membuka donasi untuk membantu perawatan dan pengobatan Afizah. Bagi para dermawan yang ingin turut berbagi dapat menyalurkan bantuan melalui BRI 5660-0101-3233-534 atas nama Wartini Oktarina atau bantuan dalam bentuk logistik bayi dapat menghubungi  +62 812-7114-0215.

Sementara itu, Peratin Kembahang Donal Hentrisa, membenarkan kondisi salah satu warganya tersebut. Namun pihaknya memastikan bahwa keluarga brian nafisa telah mendapat perhatian dengan terdaftar sebagai salah satu penerima program bantuan langsung tunai untuk balita tersebut.

“Mengenai kondisinya saat ini kami sangat mendukung apa yang dilakukan rekan-rekan dari komunitas peduli sesama, mudah-mudahan dapat menggugah hati para dermawan karena bantuan itu tentunya akan sangat membantu meringankan beban keluarganya,” harapnya.(edi/mlo)



Pos terkait