Buaya Muara Kembali Serang Warga di Tanggamus

  • Whatsapp
Ilustrasi

Medialampung.co.id – Buaya muara kembali menyerang warga di Pantai Sawmil Kecamatan Wonosobo, kali ini yang menjadi korban adalah seorang nelayan bernama Irwan (25) warga Pekon Tanjung Agung Kecamatan Kota Agung Barat.

“Korban diserang buaya, saat mencari udang rebon bersama tiga orang rekannya Jumat pagi sekitar pukul 06.30 WIB,” kata Kapolsek Wonosobo, Iptu Juniko mewakili Kapolres Tanggamus AKBP Oni Prasetya.

Bacaan Lainnya

Juniko mengungkapkan, berdasarkan keterangan korban dan saksi-saksi buaya yang menyerang korban berukuran sekitar 3 meter. Beruntung gigitan buaya dapat terlepas namun korban mengalami luka cukup serius pada kaki kirinya.

“Akibat gigitan buaya tersebut, korban mengalami luka yang cukup dalam dan putusnya pembuluh darah di bagian kaki kirinya. Dan mendapat 11 jahitan,” beber Juniko.

Juniko menegaskan, atas terjadinya kembali nelayan digigit buaya. Pihaknya kembali melakukan koordinasi lintas terkait, memberikan himbauan langsung kepada nelayan dan akan menambah banner-banner himbauan.

“Kami kembali berkoordinasi dan akan melakukan penambahan pemasangan banner himbauan sehingga nelayan benar-benar memahami bahwa area tersebut rawan serangan buaya,” pungkas kapolsek.

Irwan (25) warga Pekon Tanjung Agung Kecamatan Kotaagung Barat yang menjadi korban serangan buaya muara saat mencari udang rebon di muara pantai Sawmil. – Foto ist/mlo

Terpisah, menurut keterangan Irwan, saat ia diserang buaya langsung berusaha menghentak-hentakan kaki kanannya sehingga akhirnya dapat terlepas.

“Saya bersama bapak dan kakak saya mencari udang di pantai Saumil, mendadak kaki saya tiba-tiba digigit buaya. Saya berusaha melepasnya dengan menghentakan kaki kanan ke arah kepala buaya,” ucapnya.

Sementara itu, menurut Husnudhon selaku kakak korban yang juga bersama-sama mencari udang rebon. Darahnya dari kaki adiknya cukup banyak sehingga ia langsung mengevakuasinya ke tempat praktek mantri

“Adik saya sebenarnya tidak jauh dari saya saat jaring udang, dan tanda-tanda buaya tidak terlihat, dia teriak minta tolong sambil meronta rota yang akhirnya lepas dan langsung ke pinggir, karena darahnya banyak akhirnya saya langsung antar adik ke tempat pak mantri Agung,” ujarnya.(ehl/rnn/mlo)


Pos terkait