Bulog Siap Serap Hasil Panen Jagung Petani di Lampung

  • Whatsapp

Medialampung.co.id – Perum Bulog tengah bersiap untuk menyerap hasil panen jagung dari petani Lampung. 

Direktur Bisnis Perum Bulog Febby Novita dalam rilisnya mengatakan saat ini Bulog serius dalam upaya mensejahterakan para petani di Lampung.

Bacaan Lainnya

Ia mengatakan dalam Keppres nomor 48, Bulog dalam penugasannya ditugaskan untuk melakukan cadangan komoditi jagung. 

“Karena kita ini ingin ada cadangan jagung, dengan harapannya menyerap jagung dalam negeri,” ungkapnya, Kamis (18/11).

Lanjutnya, Bulog juga memiliki standarisasi yang siap masuk gudang diantaranya sesuai kadar air. 

Bulog juga memberikan bantuan dua unit mesin pengupas (corn sheller) kepada petani jagung di kecamatan Jati Agung, Lampung Selatan. 

Ia juga menjelaskan Penegasan dari pusat Bulog harus menyerap 30 ribu ton yang diserap sebagai pakan ternak, dan itu hasil dari rakornas.

Jumlah tersebut dibagi daerah Jawa, Lampung dan daerah lainnya. Tapi kalau melebihi 30 ribu ton maka akan ada rakornis lagi. Karena awal memang targetnya 30 ribu ton. 

“Karena kemarin masih pakai lelang yang terserap itu baru 16.500 ton jagung dan masih ada sekitar 13 ribuan lagi yang belum terserap,” jelasnya. 

Saat harga jagung masih berkisar Rp 4.300 per kilogram. Tapi kalau sudah rontok kering harganya bisa mencapai Rp 5.000 per kilogramnya.

Febby mengungkapkan, Bulog telah siap untuk melakukan penyerapan hasil panen jagung petani di Lampung. “Kemungkinan kalau ada kerjasama pada panen raya Februari mendatang,” terangnya. 

Sementara, Kepala Bulog Lampung Eti Yulianti mengatakan, untuk Bulog Divre Lampung siap untuk menyerap hasil panen jagung petani.

“Kita juga telah menyiapkan tempatnya, karena kita juga sudah kerjasama dengan beberapa koperasi untuk penyerapan jagung,” kata Eti.

Lanjutnya, saat ini panen jagung sudah habis. Namun, pada bulan Desember dan Januari mendatang, petani kembali akan panen raya.

“Kita akan menyerap jagung milik petani Lampung dan sesuai arahan dari ibu Direktur Bisnis Febby bahwa kita harus mensejahterakan petani,” terangnya. 

Ia juga mengatakan target awal sebanyak 1.000 ton. Namun, jagung yang diterima haruslah sesuai kadar airnya. 

“Kalau sesuai akan dibeli jagung tersebut dengan harga cukup tinggi Rp 5.700 per kilogram. Itu tinggi sekali, agar petani sejahtera dan harapannya penyerapan cukup banyak,” pungkasnya. (ded/mlo)

Pos terkait