Bunda Eva Buka Pelatihan Pengemasan Produk IKM

Medialampung.co.id – Walikota Bandarlampung Eva Dwiana membuka kegiatan pelatihan pengemasan produk dan desain labeling sesuai standar pengemasan produk IKM di Yunna Hotel, Rabu (8/12).

Dalam sambutannya, Bunda Eva mengatakan bahwa kegiatan yang dimotori Dinas Perindustrian Kota Bandarlampung tersebut bertujuan untuk memberikan pelatihan kemasan produk tempe, emping, kerupuk kemplang dan olahan ikan lainnya.

Bacaan Lainnya


“Kegiatan kali ini tidak lain agar produksi IKM yang ada di Kota Bandalampung bisa meningkat, karena kemarin kita hampir 70% ada kemerosotan yang sangat signifikan, jadi sekarang ini harus bisa naik lagi,” ucap Bunda Eva Kepada Media Lampung usai memberikan pengarahan kepada pelaku IKM.

Ia juga memberikan masukan kepada pelaku IKM yang ada di Kota Bandarlampung untuk mendapatkan pinjam tanpa bunga.

“Pinjamannya ini banyak sekali kalau untuk UKM itu ada Rp25-50 juta. Nah ini kan cukup luar biasa, dan kemarin bunda sudah bilang bahwa Kota Bandarlampung sudah mengajukan ke Bank Mandiri sebanyak 80 lalu disaring menjadi 40 dari 40 yang lolos hanya 4, untuk kita beri masukan untuk pelaku IKM agar mau membeli alat yang tidak terlalu mahal untuk kemasan produk nilainya juga sekitar 8 juta yang buat ikan olahan sedangkan untuk alat pengepres itu juga hanya 12 juta, jadi semua produk IKM makin fresh dengan design labeling,” terang dia.

Selanjutnya, Bunda Eva juga berharap kepada pelaku IKM ataupun UKM yang ada di Kota Bandarlampung agar selalu semangat dan terus bekerja keras.

”Pemkot ingin memberikan yang terbaik untuk pelaku UKM atau IKM yang ada di Kota Bandarlampung. Karena pelaku IKM dan UKM ini banyak sekali memberikan PAD untuk kota Bandarlampung dan mudah-mudahan Covid-19 ini cepat berlalu dan ekonomi kita kembali pulih,” tandasnya

Sementara Kepala Dinas Perindustrian Kota Bandarlampung Adiansyah menjelaskan, dalam kegiatan pelatihan ini pihaknya telah mempersiapkan peralatan yang dibutuhkan untuk sekitar 80 pelaku UKM.

“Kita siapkan alatnya dan juga aset untuk UKM yang membutuhkan agar pelaku IKM bisa mengemas produk mereka pada saat pelatihan agar produktivitas dan kualitasnya lebih menarik yang nantinya bisa meningkatkan penjualan mereka,” jelasnya.(jim/mlo)


Pos terkait