Bunda Eva Hadiri Pelaksanaan Vaksinasi Mahasiswa dan Dosen STIAB Jinarakkhita 

  • Whatsapp

Medialampung.co.id – Walikota Bandarlampung Eva Dwiana menyaksikan Vaksinasi di Sekolah Tinggi Ilmu Agama Buddha (STIAB) Jinarakkhita di Gedung Buddha Bhaisajyaguru Graha, Jalan Raya Suban Kelurahan Pidada Kecamatan Panjang, Rabu (19/5).

“Hari ini Vaksinasi Covid-19 kita berikan kepada mahasiswa dan dosen pengajar Sekolah Tinggi Ilmu Agama Buddha (STIAB) Jinarakkhita Bandarlampung serta warga lansia. Kita minta semua umat beragama turut menyosialisasikan pentingnya vaksinasi dan Protokol Kesehatan Covid-19,” kata Eva Dwiana 

Bacaan Lainnya


Pada kesempatan itu, ia juga mengucapkan terimakasih kepada Suhu Nyana Maitri Mahasthavira selaku Ketua Yayasan Buddhayana Vidyalaya dan Indra Salim sebagai Ketua Yayasan atas bantuannya dalam mensosialisasikan vaksin kepada umat Buddha di Kota Bandarlampung. 

Bunda Eva berharap seluruh lapisan masyarakat dapat mengikuti Program Vaksinasi Covid-19 demi kesehatan bersama.

“Vaksin ini tidak ada rasa sakit dan dengan suntik vaksin ada kekebalan, tapi tetap pakai Protokol Kesehatan,” jelas dia.

Vaksinasi tersebut diikuti oleh 113 mahasiswa STIAB beserta dosen pengajar dan warga lansia, biksu dan biksuni, serta pandita yang berada di perguruan ini.

Sementara itu, Suhu Nyana Maitri Mahasthavira meminta umat Buddha yang telah mengikuti vaksinasi Covid-19 tetap menjaga kesehatan dengan tetap menerapkan Protokol Kesehatan Covid-19.

“Harapannya semua mahasiswa harus sudah divaksinasi supaya lebih sehat. Imbauan Tim Kesehatan pemerintah harus kita ikuti. Terima kasih kepada Pemerintah Kota Bandarlampung atas bantuannya,” ujarnya.

Di tempat yang sama, Kepala Dinas Kesehatan Kota Bandarlampung, Edwin Rusli, mengungkapkan, Pemkot menyiapkan 400 vial vaksin Covid-19 merk Sinovac

“Hari ini kita siapkan 400 vaksin walaupun yang akan disuntik 380-an orang. Vaksinnya masih Sinovac,” ujarnya.

Dalam pelaksanaan vaksinasi tersebut, kata Edwin, Pemkot melibatkan tiga Puskesmas yakni Puskesmas Panjang, Puskesmas Way Laga, dan Puskesmas Way Halim.

“Untuk sekarang ini suntikan dosis kedua 28 hari kemudian, karena yang disuntik banyak juga yang lansia kita buat rata saja,” pungkasnya.(*/mlo)


Pos terkait