Bunda Eva Kecewa, Masyarakat Masih Abaikan Prokes

  • Whatsapp

Medialampung.co.id – Ketua Satgas Covid-19 Walikota Bandarlampung Eva Dwiana bersama jajaran Forkopimda yang terdiri dari Kapolresta Kombes Yan Budi Jaya, Dandim 0410/KBL Kolonel Inf Romas Herlandes serta Kejari Bandarlampung Abdullah Noer Deny melakukan pemantauan malam takbiran di empat pusat titik keramaian yaitu Mall Central Plaza, Mall Kartini dan Pasar Bambu Kuning serta Pusat Kuliner di Jalan Teuku Umar, Rabu (12/5).

Sebelumnya, saat rombongan Satgas Covid-19 melintas di Jalan Wolter Monginsidi, tim yang diketuai Walikota Eva Dwiana melihat adanya kerumunan karyawan di salah satu gerai Bakso yang sudah terkenal yaitu Bakso Soni tanpa menjaga jarak pada saat ditanya siapa yang bertanggung jawab adanya kerumunan itu tak satupun karyawan yang mau berbicara, tapi setelah ditelusuri ternyata sedang ada pembagian THR bagi Karyawan Bakso Soni di malam takbiran.

Bacaan Lainnya

Rombongan kemudian menuju ke Central Plaza Mall yang berada di jalan Kartini tetapi sudah tutup dan hanya restoran siap saji yang masih melayani pembeli melalui Drive Thru. Namun saat di Mall Kartini lagi-lagi rombongan masih melihat kerumunan di pusat perbelanjaan yang berada di lantai 2 Center Point.

Masih banyak masyarakat yang berbelanja di malam takbiran tidak lagi mengindahkan protokol kesehatan bahkan saat tim Satgas Covid-19 melihat langsung di area jalan dekat Pasar Bambu Kuning masih banyak warga yang berkerumun dan tidak memakai masker.

Pantauan medialampung.co.id kondisi di beberapa tempat masih ramai terutama tempat-tempat makan kaki lima di Jalan Teuku Umar yang dipadati anak-anak muda untuk makan atau sekedar ngobrol, tim Satgas Sovid-19 langsung memberikan arahan untuk menjaga jarak dan tetap memakai masker.

“Masyarakat masih belum paham tentang pentingnya kesehatan oleh karena itu kami turun langsung untuk melihat situasi malam takbiran, dan kita tidak henti-hentinya menghimbau warga untuk patuh prokes dan kita maklum karena ini mau Idul Fitri, tapi tolong masyarakat harus patuh prokes,” kata Eva.

Usai melakukan pemantauan, Bunda Eva mengaku kecewa dengan perilaku masyarakat yang masih abai terhadap prokes, ia khawatir ini bisa mengakibatkan cluster baru penyebaran Covid-19 dan menyeret Kota Bandarlampung kembali ke Zona Orange.

“Ini karena kita mengabaikan prokes. Saya harap masyarakat ikut membantu Pemkot dalam menanggulangi Covid-19,” pintanya 

Bunda Eva juga menekankan agar semua kepala keluarga dapat menjadi satgas di rumahnya masing-masing.

“Kesehatan ini penting untuk kita semua, lebih baik kita mencegah daripada mengobati, maka itu kita harus bersama untuk menanggulangi Covid ini. Saya yakin bila ini kita tekankan maka zona hijau bukanlah hal yang mustahil asal kita tetap menjaga diri kita masing-masing,” tutupnya.(*/mlo)


Pos terkait