Bunda Eva Paparkan Rencana Penataan Kawasan Pesisir di Kementerian PUPR

  • Whatsapp
Penampakan salah satu kawasan pesisir Kota Bandarlampung yang dipenuhi sampah

Medialampung.co.id – Pesisir adalah wilayah peralihan antara daratan dan lautan dan merupakan daerah pertemuan antara darat dan laut, ke arah darat meliputi bagian daratan, baik kering maupun terendam air, yang masih dipengaruhi sifat-sifat laut seperti pasang surut, angin laut, dan perembesan air asin; sedangkan ke arah laut meliputi bagian laut yang masih dipengaruhi oleh proses-proses alami yang terjadi di darat seperti sedimentasi dan aliran air tawar, maupun yang disebabkan oleh kegiatan manusia di darat seperti penggundulan hutan dan pencemaran.

Berdasarkan Keputusan Menteri Kelautan dan Perikanan No.KEP.10/MEN/2002 tentang Pedoman Umum Perencanaan Pengelolaan Pesisir Terpadu, wilayah pesisir didefinisikan sebagai wilayah peralihan antara ekosistem darat dan laut yang saling berinteraksi, di mana ke arah laut 12 mil dari garis pantai untuk provinsi dan sepertiga dari wilayah laut itu (kewenangan provinsi) untuk kabupaten/kota dan ke arah darat batas administrasi kabupaten/kota.

Bacaan Lainnya



Walikota Bandarlampung Eva Dwiana mempunyai gagasan yang mulia untuk menata daerah pesisir menjadi lebih ramah lingkungan serta berencana menjadikan daerah pesisir sebagai destinasi wisata bahari yang bisa mendongkrak pendapatan daerah.

Hal itu disampaikan Eva Dwiana usai memaparkan rencana Penataan Kawasan Pesisir di Kementerian PUPR, Jakarta, pada Jumat (9/4) lalu.

“Alhamdulilah responnya luar biasa dan ternyata mereka juga memantau pembangunan Kota Bandarlampung yang selama ini memakai APBD,” ujar Eva Dwiana di Stadion Mini Kalpataru, Kemiling, Senin (12/4).

Namun rencana untuk menata pesisir tidak semudah membalikan telapak tangan, diperlukan adanya sosialisasi pada warga yang sudah lama menempati di pesisir pantai. 

Bunda Eva–sapaan akrabnya–mengatakan, kawasan pesisir yang akan ditata menjadi lebih cantik juga berpotensi mendatangkan wisatawan yang mampu mendongkrak PAD dan membantu meningkatkan perekonomian warga sekitar pesisir.

“Kita akan berkoordinasi dengan pemerintah provinsi lampung dan juga menggandeng Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan untuk menata wilayah pesisir tanpa harus merelokasi warga sekitar,” tuturnya.

Sementara itu, Ketua RT.02/Lk.I Kelurahan Panjang Utara Kecamatan Panjang Teddi Siswanto mengungkapkan jika di wilayahnya terdapat 147 Kepala Keluarga yang sudah lama menempati di daerah kampung Baru Tiga.

“Jika pesisir ini jadi ditata itu berarti untuk masyarakat setempat bisa menjadi lebih baik lagi pemukiman di sekitar sini,” ujar Teddi.

Termasuk Taman Kabarti yang berada di lokasi RT.02/Lk.I Panjang Utara, Teddi mengatakan jika saat ini taman tersebut sudah dipenuhi sampah yang menumpuk.

“Padahal baru setahun diresmikan Walikota sebelumnya yang bekerjasama dengan Pertamina serta Mitra Bantala,” ungkapnya 

Lain lagi dengan Asih (60) warga Jl. Ikan Selar (Pemayangan) Kelurahan Sukaraja Kecamatan Bumi Waras yang sudah puluhan tahun berdagang di depan pelelangan Sukaraja. Ia hanya berharap jika nantinya benar ada penataan pesisir oleh pemkot bandarlampung jangan ada diskriminasi untuk ia Karena hanya ini mata pencahariannya yang hanya menjual kopi untuk nelayan dan pengunjung di pelelangan Sukaraja. 

Sementara Kadis Dinas Lingkungan Hidup Kota Bandarlampung Sahriwansah menjelaskan, kedepan seperti apa yang disampaikan Walikota, nantinya rumah warga yang selama ini membelakangi laut akan diubah menghadap ke laut, agar semakin indah dan laut terjaga kebersihan.

“Kita tetap melakukan Grebeg Sampah, jadi kewenangan kita masalah sampah itu di daratannya setelah sampai ke laut, tapi yang berada antara 0-12 meter itu kewenangan provinsi,” kata Sahriwansah.

Pihaknya berharap ada pihak ketiga yang dapat membantu Pemkot Bandarlampung. Terlebih, gagasan menjadikan pesisir menjadi destinasi wisatanya Bandarlampung diyakini akan menciptakan suatu perubahan yang signifikan di daerah pesisir, dan masyarakat diharapkan memberikan dukungan supaya program tersebut terwujud dengan baik.

“Masyarakat juga harus peduli, jangan membuang sampah ke laut, itulah yang menimbulkan masalah baru seperti terjadinya banjir karena sampah menumpuk di sekitar pantai yang akhirnya air laut naik ke atas daratan,” pintanya.(*/mlo)



Pos terkait