Bunda PAUD Buka Lomba Mewarnai Badak Sumatera

  • Whatsapp
Bunda Paud Kabupaten Lampung Barat Partinia Parosil Mabsus menghadiri sekaligus membuka lomba mewarnai badak sumatera dalam rangka memperingati Hari Badak Sedunia sekaligus memeriahkan acara HUT Lambar ke 28 yang digelar di Kawasan Sekuting Terpadu (KST), pekon watas, Kecamatan Balikbukit Kamis (26/9). - Foto Humas Pemkab

Medialampung.co.id – Sedikitnya 300 anak usia dini dari berbagai kelompok bermain, PAUD dan TK di Kabupaten Lampung Barat hadir sebagai peserta lomba mewarnai badak sumatera dalam rangka memperingati hari badak sedunia sekaligus memeriahkan acara HUT Lambar ke 28 yang digelar pada rangkaian Liwa Fair 2019 di Kawasan Sekuting Terpadu (KST), Pekon Watas, Kecamatan Balikbukit,  Kamis (26/9).

Seperti di ketahui, kegiatan lomba mewarnai itu menggunakan pewarna alami (bunga kertas, daun singkong, arang dan kunyit) itu dihadiri dan dibuka langsung oleh Bunda PAUD Lambar Partinia Parosil Mabsus.

Bacaan Lainnya



“Kita berharap kegiatan ini dapat menjadi motivasi menumbuh kembangkan minat masyarakat kususnya anak-anak yang mempunyai kreasi dan bakat untuk menorehkan imanjinasinya dalam mewaranai pola gambar,” ungkap Partinia saat memberikan sambutan pada acara tersebut.

Lebih lanjut dia menjelaskan bahwa lomba yang digelar untuk memeriahkan HUT Lambar ke-28 sekaligus memperingati Hari Badak Sedunia itu  itu dimaksudkan pola mewarnai bentuk badak sumatera, supaya anak-anak sejak dini mengerti dan mengenal tentang tentang keberadaan hewan yang di lindungi tersebut.

“Pesan yang disampaikan adalah supaya anak-anak sejak dini mengenal tentang badak sebagai hewan yang harus dilestarikan, sehingga kelak mereka akan menjadin generasi yang cinta akan kelestarian satwa yang di lindungi,” harapnya.

Disamping itu, ia juga menuturkan pihaknya memberi apresiasi kepada penyelanggara lomba mewarnai gambar, hal itu sangat positif  karena untuk melatih kreatifitas dan mengembangkan bakat para siswa dalam seni mewarnai gambar.

“Berikanlah kesempatan kepada anak untuk berkreativitas sendiri. Inilah masa-masa anak untuk memgenal dan memunculkan kreativitas. Disamping itu merupakan hasil kerja guru di sekolah dalam membimbing anak didiknya dalam mengenalkan berbagai media warna,” imbuhnya.

Selaras dengan hal itu, menurutnya, pendidikan anak usia dini merupakan pendidikan yang mendasar dan strategis dalam pembangunan sumber daya manusia. Sebab anak-anak merupakan aset masa depan bangsa, dan kemajuan bangsa ada di pundak generasi muda.(edi/lus/mlo)



Pos terkait