Bupati akan Hadiri Perayaan Budaya Situs Megalitik Batubrak

  • Whatsapp
Persiapan kegiatan seni Perayaan Kebudayaan di lokasi megalitik Pekon Purajaya oleh para seniman dan sanggar seni.
Persiapan kegiatan seni Perayaan Kebudayaan di lokasi megalitik Pekon Purawiwitan oleh para seniman dan sanggar seni.

Medialampung.co.id, KEBUNTEBU – Situs Purbakala Megalitikum Batubrak Pekon Purawiwitan, Kecamatan Kebuntebu, Kabupaten Lampung Barat (Lambar), akan melaksakan Perayaan Kebudayaan, bersamaan dengan Perayaan Kebudayaan Dunia. Pada Jum’at (5/7) esok.

Dalam kegiatan yang digagas oleh para pakar seni tergabung di Komonitas Seni Berkat Yakin Lampung, bersama Sangar Gauri dan Cupida Lambar. Didukung Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Lambar, serta pihak Kecamatan Kebuntebu itu rencanannya akan dihadiri Bupati Hi. Parosil Mabsus.

Bacaan Lainnya



Fasilitator kegiatan, seniman asal Bandar Lampung Alexander GB, menerangkan, dijadikannya situs megalitik dalam Perayaan Kebudayaan dan menjadi hajat perdana dilaksanakan di Provinsi Lampung tersebut, wadah dalam menyampaikan kepada masyarakat, bahwa situs megalitik yang ada di Pekon Purawiwitan tersebut sebagai salah satu penanda (bukti) pernah ada peradaban kehidupan ribuan tahun sebelum masehi, di Bumi Skala Bekhak tersebut khsusnya.

Sehingga atas dasar itu, dengan Perayaan Kebudayaan menjadi inspirasi dalam mengetahui sejarah leluhur, yang dikemas melalui Gerakan Kembali Terhubung Dengan Alam dan Lingkungan.

“Dalam perayaan itu, sajian yang akan digelar merupakan kegiatan seni, seperti Pentas Joget Amerta atau Tari Bebas Merepon Alam. Yang merupakan ajakan kembali ke alam, serta tampilan seni budaya, seperti Nyambai, Gitar Tunggal Clasik, Dan beberapa lainnya di Kecamatan Kebuntebu khususnya,” ujarnya.

Ditambahkan Sekcam Kebuntebu Heftanius, S.P., kegiatan itu sangat positif, mengangkat hikayat asal usul, menambah wawasan tentang kepurbakalaan dan budaya serta seni. “Kami menyambut positif kegiatan yang di prakarasai komunitas seni Lampung dan berharap kegiatan ini bisa membawa dampak yang baik untuk masyarakat, khususunya warga lambar terutama penduduk Kecamatan Kebuntebu,” ujarnya.

Bahkan kegiatan itu bisa membawa pengaruh dan motifasi bagi masyarakat, terutama di bidang budaya dan seni yang banyak menyangkut nilai moral dan estetika. (rin/mlo)



Pos terkait