Bupati Lambar Bagikan Rp4,2 Miliar BLT-DD Di Tiga Kecamatan 

  • Whatsapp

Medialampung.co.id – Bupati Lampung Barat, H. Parosil Mabsus, melakukan launching Bantuan Langsung Tunai Dana Desa (BLT-DD) di Tiga Kecamatan, yang dimulai dari Kecamatan Sekincau, Waytenong dan terakhir di Sumberjaya. Sabtu (9/5).

Adapun 12 kecamatan lainnya akan bergilir dilakukan launching, sebelum pekon membagikan langsung BLT-DD tersebut kepada penerima yang penentuannya melalui proses yang dimulai dengan pendataan oleh pemangku dan dilakukan validasi dan pengesahan melalui musyawarah desa khusus.

Bacaan Lainnya



Dari Tiga Kecamatan yang di launching perdana BLT-DD- nya tersebut terdapat 2.374 Kepala Keluarga (KK) dengan rincian 601 KK dari Empat pekon di Kecamatan Sekincau, 949 KK dari Delapan pekon di Kecamatan Waytenong dan 824 KK dari Lima pekon di Kecamatan Sumberjaya.  

Setiap KK akan menerima Rp600 ribu-per-bulan selama Tiga bulan terhitung dari April, Mei dan Juni.  Untuk Tiga kecamatan tersebut jumlah dana desa yang diberikan langsung kepada masyarakat dalam program BLT-DD ini adalah Rp4.273.200.000,- (4,2 miliar lebih).  

Dalam sambutannya, bupati yang akrab dipanggil Pakcik tersebut menyampaikan bahwa BLT Dana Desa atau BLT-DD adalah salah satu program pemerintah untuk menanggulangi dampak ekonomi dari pandemic Coronavirus Disease 2019  (Covid-19), yang sumber dananya dari dana desa. 

Sehingga ada efek dari BLT-DD ini yaitu berkurangnya DD untuk kegiatan pembangunan dan pemberdayaan di pekon.  

Jadi masyarakat harus paham dan maklum, jika ada program pembangunan atau kegiatan pemberdayaan pekon yang tidak jadi dilaksanakan padahal sudah direncanakan sejak tahun lalu, karena dananya digunakan untuk BLT-DD dan aksi tanggap Covid-19.

Terkait dengan kriteria, disampaikan kembali bahwa ada Tiga kriteria utama, yaitu masyarakat miskin yang hilang pekerjaan, masyarakat tidak mampu yang punya penyakit menahun dan kronis, masyarakat miskin yang belum terdata di Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS).  

Ditambahkan Pakcik bahwa program pemerintah dalam bentuk bantuan langsung atau tidak langsung untuk masyarakat yang disebut dengan program Jaring Pengaman Sosial (JPS) ini bukan hanya BLT-DD, tetapi banyak programnya.  Ada Listrik Gratis, BLT dari kemensos, PKH, Kartu sembako, kartu pra kerja.  

Dan untuk menghindari tumpang tindih dan penyebaran program yang baik sudah dilakukan proses seleksi dan pendataan dari bawah, yang dilakukan oleh pemangku dibantu RT/RW yang ada.

Diharapkan dengan adanya program JPS seperti BLT-DD ini, akan membantu masyarakat untuk mencukupi kebutuhan pokoknya. Sehingga dampak ekonomi dari Covid-19 ini bisa ditanggulangi.  

Jika ekonomi masyarakat down, atau buruk, akan berimbas kepada gizi atau kesehatan masyarakat dan nantinya dapat mengakibatkan penyakit lainnya, untuk itu program bantuan ini harus kita pastikan tepat sasaran. 

Rp28 miliar uang dari BLT-DD akan beredar di Lampung barat, semoga ini akan membuat roda ekonomi bergerak walau belum sebaik seperti biasanya. Semoga ini akan membangkitkan ekonomi mikro di tingkat bawah, yang pelakunya masyarakat kecil.

Sementara itu, perwakilan pendamping desa yang hadir pada acara tersebut, Anton Hilman selaku Tenaga Ahli Pendamping desa, menyampaikan bahwa per tanggal 6 Mei lalu 131 pekon yang ada telah melaksanakan musyawarah desa khusus (Musdesus) untuk melakukan pembahasan dan finalisasi data calon penerima BLT-DD.  

Dari laporan tim pendamping yang masuk ada 14.364 KK  yang terdata dan masuk kategori memenuhi syarat untuk mendapatkan BLT-DD.  Jika ditotal BLT-DD untuk pekon se-Lampung Barat ini sebesar 25.855.200.000 atau 25,8 miliar lebih yang akan dibagikan bertahap untuk Tiga bulan.  

Karena April sudah lewat, maka di Mei ini akan ada Dua kali  pembagian BLT-DD. “Semoga semua berjalan lancar dan DD tahap 1 di pekon masih cukup untuk BLT-DD ini,” harapannya. 

Dijelaskan oleh Anton, sesuai dengan arahan dari Dinas Pemberdayaan Masyarakat Pekon (DPMP)  untuk pekon DD tahap Satu-nya sudah dibelanjakan untuk kegiatan lainnya sebelum muncul BLT-DD, sehingga tidak cukup untuk BLT-DD ini walau hanya Satu bulan, ini agar segera mengajukan pencairan DD tahap 2 tentu dengan menyelesaikan terlebih dahulu SPJ DD tahap 1. 

Selain membagikan BLT-DD secara simbolik, Bupati juga membagikan bantuan untuk tukang ojek dan penjaga warung sekolah yang terdampak oleh Covid-19 ini.  Dan juga membagikan bantuan keagamaan  untuk rumah ibadah dan guru ngaji.  Kegiatan bupati ini juga diikuti oleh ketua DPRD Lampung Barat, Edi Novial dan beberapa anggota dewan dapil III dan IV. (rinto arius)



Pos terkait