Bupati Pesbar Sampaikan Nota Pengantar KUA-PPAS APBD-P 2019

  • Whatsapp

Medialampung.co.id, PESISIR TENGAH – Target pendapatan daerah pada rencana perubahan pendapatan daerah Kabupaten Pesisir Barat (Pesbar) tahun anggaran 2019 diproyeksikan sebesar Rp841,859 milyar lebih, sementara target belanja daerah diproyeksikan sebesar Rp896,799 milyar lebih.

Demikian disampaikan, Bupati Pesbar, Dr. Drs. Hi. Agus Istiqlal, S.H, M.H., saat menyampaikan nota pengantar KUA-PPAS APBD Perubahan Kabupaten Pesbar tahun anggaran 2019, di gedung Dharmawanita Setdakab Pesbar, Senin (22/7).

Bacaan Lainnya



Rapat paripurna yang di hadiri 15 dari 25 anggota DPRD Pesbar itu dipimpin oleh Wakil Ketua I, M.Towil, didampingi Ketua DPRD Pesbar Piddinuri, dan dihadiri Wakil Bupati Erlina, S.P, M.H., serta OPD dilingkungan Pemkab setempat.

Agus menjelaskan, bahwa dalam proyeksi itu menyebabkan perhitungan perubahan APBD tahun anggaran 2019 mengalami defisit sebesar Rp54,940 milyar lebih. Namun demikian, defisit itu akan ditutup melalui surplus pembiayaan netto daerah dengan angka yang sama.

“Sehingga perubahan APBD tahun anggaran 2019 akan mengalami anggaran seimbang pada angka Rp896,799 milyar lebih,” katanya.

Dijelaskannya, ringkasan perubahan pendapatan daerah, belanja daerah dan pembiayaan daerah pada KUA-PPAS perubahan APBD kabupaten Pesbar tahun anggaran 2019 antara lain proyeksi perubahan pendapatan daerah naik 0,95 persen bila dibandingkan dengan pendapatan daerah pada APBD tahun anggaran 2019 sebesar Rp833,950 milyar lebih.

Perubahan pendapatan daerah didapat dari asumsi peningkatan pendapatan asli daerah yang diproyeksikan sebesar Rp37,798 milyar lebih atau naik 25,30 persen, jika dibandingkan tahun sebelumnya sebesar Rp30,167 milyar lebih.

Sementara itu, untuk dana perimbangan secara umum diproyeksikan akan mengalami peningkatan minor 0,05 persen, dari tahun anggaran 2019 yakni Rp592,967 milyar lebih menjadi Rp593,245 milyar lebih. Kemudian, untuk pos pendapatan lain-lain pendapatan yang sah diproyeksi tidak mengalami perubahan atau tetap sebesar Rp210,815 milyar lebih.

“Proyeksi belanja daerah juga mengalami peningkatan sebesar 4,96 persen, dibandingkan dengan belanja daerah pada APBD tahun anggaran 2019 sebesar Rp854,450 milyar lebih,” ungkapnya.

Sehingga imbuhnya, proyeksi peningkatan belanja daerah berasal dari belanja tidak langsung yang meningkat 6,31 persen dari sebelumnya Rp427,109 milyar lebih menjadi Rp454,047 milyar lebih. Untuk belanja langsung secara umum diproyeksikan akan mengalami peningkatan 3,61 persen dari sebelumnya Rp427,341 milyar lebih menjadi Rp442,349 milyar lebih.

“Sedangkan, untuk proyeksi penambahan penerimaan pembiayaan berasal dari perhitungan Silpa APBD tahun anggaran 2018 hasil audit BPK sebesar Rp59,440 milyar lebih dari sebelumnya pada APBD tahun anggaran 2019 sebesar Rp25 milyar atau naik 137,76 persen,” pungkasnya.(yan/d1n)



Pos terkait