Bupati Pesbar Targetkan 18 Indikator Kinerja dalam RPJMD Tahun 2021-2026

  • Whatsapp

Medialampung.co.id – Bupati Pesisir Barat (Pesbar) Dr. Drs. Hi. Agus Istiqlal, S.H., M.H., mengaku dalam periode Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) tahun 2021-2026 terdapat 18 indikator kinerja sasaran/indikator utama yang ditargetkan untuk mengukur keberhasilan program pembangunan daerah yang telah ditetapkan.

“Dalam menyusun perencanaan dan penganggaran kita wajib menetapkan indikator kinerja beserta targetnya,” kata Agus Istiqlal, dalam sidang paripurna penyampaian nota pengantar RPJMD Tahun 2021-2026, melalui zoom meeting, Senin (11/10).

Bacaan Lainnya

Menurutnya, ke-18 indikator kinerja sasaran/indikator kinerja utama periode RPJMD tahun 2021-2026 itu antara lain Indek Pembangunan Manusia (IPM) dengan target 64,71 poin, tingkat pengangguran terbuka (2,21%), dan indek pembangunan gender (95,00 poin). Kemudian, tingkat kemantapan jalan (43,00%), persentase penduduk yang memiliki akses terhadap sumber daya air yg sehat dan aman (50,00%). Selanjutnya, rasio jaringan irigasi (70,00%).

“Selain itu, indeks kualitas lingkungan hidup (75,20 poin), indeks resiko bencana (180,00 poin), pertumbuhan ekonomi (4,00-4,50%), serta PDRB perkapita (29,20-29,85 juta rupiah),” paparnya.

Ditambahkannya, nilai tukar petani dengan target 102,30 poin, indeks GINI (0,29 poin), tingkat kemiskinan daerah (12,73%). Lalu, pertumbuhan wisatawan nusantara dan mancanegara dengan capaian target 25,00%, indeks kepuasan masyarakat terhadap pelayanan publik (80,00%), indeks desa membangun (0,700), nilai SAKIP (nilai B), serta opini BPK dengan target predikat WTP.

“Target-target yang kami tetapkan itu berdasarkan asumsi perhitungan dari tahun sebelumnya dengan memperhatikan target dari Pemerintah Pusat dan Pemerintah Provinsi Lampung,” jelasnya.

Dikatakannya, target kinerja dimaksud dalam proses pencapaiannya pasti membutuhkan pendanaan yang akan dibagi kedalam program dari seluruh perangkat daerah. Sementara itu, untuk kerangka pendanaan indikatif yang diasumsikan pada Ranperda RPJMD tahun 2021-2026 itu yakni pendapatan daerah di tahun 2022 diasumsikan sebesar Rp909,641 miliar lebih, tahun 2023 sebesar Rp904,309 miliar lebih. Kemudian, tahun 2024 diasumsikan sebesar Rp910,362 miliar lebih, dan tahun 2025 sebesar Rp916,815 miliar lebih, serta tahun 2026 diasumsikan sebesar Rp923,719 miliar lebih.

Ditambahkannya, belanja daerah tahun 2022 diasumsikan Rp927,289 miliar lebih, tahun 2023 sebesar Rp921,809 miliar lebih, tahun 2024 sebesar Rp927,862 miliar lebih, tahun 2025 sebesar Rp933,815 miliar lebih, dan tahun 2026 sebsar Rp940,719 miliar lebih. Sementara itu, untuk pembiayaan daerah tahun 2022 diasumsikan sebesar Rp17,647 miliar lebih, tahun 2023 sebesar Rp17,500 miliar lebih, tahun 2024 sebesar Rp17,500 miliar lebih, tahun 2025 dan tahun 2026 dengan asumsi masing-masing sebesar Rp17 miliar lebih.

“Pendanaan dimaksud masih bersifat indikatif, yaitu masih merupakan indikasi yang hendak dicapai dan tidak kaku. Sehingga pada proses perencanaan dan penganggaran tahunan kerangka pendanaan dimaksud sangat mungkin bergerak,” tandasnya.(yan/d1n/mlo)


Pos terkait