Bupati Salurkan Sembako Kepada Pelaku Usaha Kantin Sekolah

  • Whatsapp

Medialampung.co.id – Kepedulian dan perhatian Pemkab Lampung Barat (Lambar) kepada masyarakat terdampak Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) terus mengalir.

Kali ini bentuk kepedulian yang dikemas dalam penyaluran bantuan berupa sembako yang ditujukan kepada para tenaga (pengasuh) Pondok Pesantren (Ponpes) serta para pengelola kantin di ponpes maupun sekolah umum yang kehilangan penghasilan akibat pandemi virus corona.

Bacaan Lainnya



Sebagaimana bantuan yang diserahkan secara Simbolis Bupati Hi Parosil Mabsus di beberapa Ponpes, Diantaranya di Kecamatan Airhitam, Sumberjaya dan Kebuntebu yang dimulai dari Roudlotusholihim. KH M. Toha, dan Ponpes Al-Hasyyiah pimpinan KH Maryadi, S.Pd. di hari ke 14 Ramadhan 1441 Hijriah, Kamis (7/5). 

Dalam sambutannya, Parosil Mabsus  menegaskan pandemi Covid-19 yang dirasakan lebih kurang Tiga bulan ini memiliki dampak yang sangat besar khususnya di sektor kegiatan masyarakat yang berimbas pada ekonomi.

Kondisi itu tentunya juga dirasakan masyarakat yang selama ini memiliki usaha kantin sekolah, sebab hampir tiga bulan siswa belajar dirumah, otomatis kantin sekolah juga berhenti berdagang. 

Oleh sebab itu, bantuan sembako yang disalurkan kepada para masyarakat terdampak tersebut diharapkan mampu meringankan beban ekonomi warga.

“Bantuan yang disalurkan ini jangan dilihat dari bentuknya, karena ini hanya berupa sembako, namun dengan bantuan ini sedikit banyaknya meringankan keresahan yang tengah terjadi,” tuturnya. 

Pada kesempatan itu Parosil yang lebih akrab disapa Pakcik  mengimbau semua pihak untuk terus mentaati anjuran pemerintah, seperti penerapan jaga jarak, penggunaan masker, dan cuci tangan serta kegiatan pencegahan lainnya.

“Kepada semua saya minta jauhi kerumunan jika tak penting, dan kita berdoa mudah-mudahan covid-19 ini segera sirna,” imbaunya. 

Tak ketinggalan Pakcik juga menyampaikan bahwa bantuan yang telah disalurkan tidak sedikit yang diperoleh atas sumbangan para donatur yang diserahkan kepada Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 yakni Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lambar. 

Artinya dalam penyalurannya, bantuan-bantuan itu  tentu tidak semua yang masuk langsung dibagikan, melainkan dilakukan juga pemilahan masyarakat terdampak yang betul-betul dianggap layak, dan dilakukan secara pemetaan. 

Karena itu ia meminta bantuan yang diberikan jangan justru dijadikan polemik atau permasalahan di masyarakat.

“Banyak sumber bantuan yang diberikan termasuk Bantuan Langsung Tunai Dana Desa (BLT-DD) melalui pekon,” kata Pakcik.

Sementara, Eprita salah satu warga penerima bantuan yang menekuni usaha kantin sekolah di Kecamatan Airhitam, menyampaikan terima kasih atas perhatian Pakcik  termasuk kepada para ibu-ibu yang selama ini menghidupi keluarga dengan usaha kantin. Karena memang sejak diliburkannya sekolahan tidak ada aktifitas yang dapat dilakukan.

“Ya selama ini kami hanya bisa menghemat penggunaan kebutuhan rumah tangga yang masih tersisa karena untuk menjalankan aktifitas buka kantin belum bisa sebab sekolah masih diliburkan. Atas bantuan dari pak bupati ini sangat membantu kami dan kami ucapkan terimakasih sebesar-besarnya kepada pak bupati,” ungkapnya  (rin/mlo)



Pos terkait