Bupati Tanggamus Kukuhkan Tim PPPH Penegakan Disiplin Protokol Kesehatan Covid-19

  • Whatsapp

Medialampung.co.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tanggamus melaksanakan apel pengukuhan Tim Pengendalian, Pengawasan dan Penegakan Hukum dalam rangka Penegakan Pendisiplinan Protokol Kesehatan Covid-19.

Apel tersebut dipimpin oleh Bupati Dewi Handajani di lapangan Pemkab setempat, Jumat (18/9).

Bacaan Lainnya

Hadir, Kapolres Tanggamus AKBP Oni Prasetya, SIK, Wabup Hi. AM. 

Syafii, S.Ag, Mewakili Dandim Pasiter Kodim 0424 Kapten Inf Adi Hartono, Kajari David Palapa Duarsa dan Sekda Hamid Hariansyah Lubis.

Selain itu hadir juga Kepala Kesbangpol Ajpani, Kasat Pol PP Suratman, Asisten 1 Faturahman, Asisten 2 Sukisno, Asisten 3 Jonsen Vanisa,  Staf Ahli Drs.Firman Rani dan personel gabungan TNI/Polri, Pol PP, Dishub dan Dinkes.

Bupati Dewi Handajani mengatakan, apel pagi hari itu adalah apel siaga dan pengukuhan tim gabungan pengendalian pengawasan dan penegakan hukum dalam rangka pendisiplinan protokol kesehatan Covid-19 Kabupaten Tanggamus.

Untuk itu ia mengucapkan selamat kepada tim gabungan yang telah dikukuhkan.

“Saya berharap agar tugas dan amanah  ini dapat ditunaikan dengan sebaik-baiknya sehingga penerapan protokol kesehatan di masyarakat dapat dilakukan dengan penuh disiplin,” tegasnya. 

Saat ini Kabupaten Tanggamus telah terjadi peningkatan kasus positif Covid-19 secara signifikan, terkait hal tersebut pihaknya telah menerbitkan peraturan Bupati Tanggamus No.55/2020 tentang pedoman adaptasi kebiasaan baru menuju masyarakat produktif dan aman Covid-19 di Kabupaten Tanggamus.  

“Didalamnya mengatur penerapan disiplin dan sanksi sosial bila terjadi pelanggaran protokol kesehatan,” kata Bupati dalam amanatnya.

Lebih jauh, Dewi Handajani menjelaskan, adapun tujuan  pelaksanaan pengukuhan agar dapat mewujudkan masyarakat produktif dan aman Covid-19, juga stakeholders bersinergi dalam rangka penanganan dan pemulihan perekonomian masyarakat dan penerapan disiplin serta penegakan hukum protokol kesehatan sebagai upaya pencegahan dan pengendalian Covid-19.

Selanjutnya, kepada tim gabungan yang akan turun ke lapangan agar dapat menegakkan disiplin atau aturan berdasarkan protokol kesehatan sesuai perbup No.55/2020 tersebut, yakni, memberikan edukasi kepada masyarakat, memberi pengertian dan jika perlu apabila terus membandel dapat diberikan sanksi administratif dan sanksi sosial secara humanis untuk menumbuhkan kesadaran seperti membersihkan fasilitas umum menyapu jalan dan memungut sampah. 

“Namun sebelum itu diterapkan di tengah masyarakat kita akan lebih dulu menerapkannya di lingkungan Pemkab Tanggamus, kemudian sasaran utama kita dalam hal penegakan disiplin protokol kesehatan ini ada pada fasilitas layanan publik, pasar-pasar, angkutan kendaraan umum, rumah ibadah, sekolah serta lokasi lainnya yang wajib kita antisipasi bersama,” jelasnya.

Selanjutnya, fasilitas-fasilitas pendukung seperti tempat cuci tangan, petugas mengecek suhu tubuh dan lainnya wajib disediakan sesuai aturan protokol kesehatan. 

Terkait jumlah korban Covid-19 yang terus bertambah, Bupati meminta seluruh kegiatan keramaian dan kerumunan baik yang dilakukan oleh pemerintah instansi vertikal dan masyarakat umum untuk tidak dilaksanakan atau dikerjakan selama 14 hari kedepan terhitung mulai hari Rabu tanggal 16 September 2020.

Selanjutnya kegiatan belajar mengajar diharapkan tetap dilakukan melalui sistem daring atau virtual sampai batas waktu yang belum ditentukan.

Kepada sekretariat tim diminta agar segera menyusun jadwal yang berkelanjutan agar tim dapat turun ke masyarakat secara masif dan terstruktur, dapat bergerak melakukan pengendalian penularan Covid-19 serta menerapkan sanksi bagi warga yang melanggar protokol kesehatan.

Bupati menyampaikan salah satu upaya dalam meningkatkan kesadaran untuk melaksanakan protokol kesehatan semua dapat menggunakan jargon jumawas (jujur dan mawas diri) Covid-19 dengan penjelasan yaitu jujur apabila dalam interaksi sosial kita ada yang terjangkit Covid-19 segera lakukan isoma atau isolasi mandiri dan segera lapor pada petugas kesehatan.

Lalu mawas diri dimanapun kapanpun selalu waspada dan menerapkan protokol kesehatan, kepada jajaran tim kesehatan agar mengoptimalkan tenaga laboratorium kesehatan untuk pelaksanaan rapid dan Swab test, memaksimalkan fungsi sosial untuk mendeteksi penyebaran di masyarakat.

Kepada pihak Polres Tanggamus dan Polsek jajaran, Dewi juga meminta tidak memberikan izin keramaian. 

“Dan diinstruksikan kepada seluruh jajaran pemerintah daerah tingkat kelurahan hingga kecamatan, untuk berperan serta dalam mensosialisasikan memakai masker, cuci tangan pakai sabun dan menjaga jarak, baik sosialisasi secara langsung ataupun melalui pemasangan banner dan baliho,”  kata Dewi Handajani. (rls/ehl/mlo)


Pos terkait