Bupati Waykanan Harapkan Kontribusi Semua Pihak Tangani Masalah Stunting

  • Whatsapp

Medialampung.co.id – Bupati Waykanan Hi. Raden Adipati Surya, SH., MM., berharap semua pihak dapat terus bersinergi demi keberhasilan program pemerintah dalam menekan angka Stunting di Waykanan.

Hal itu disampaikan Adipati Surya pada pertemuan Rembug Stunting Kegiatan Konvergensi Penurunan Stunting Tingkat Kabupaten Waykanan Tahun 2021 di Gedung Serbaguna Pemda Waykanan, Selasa (16/3).

Bacaan Lainnya

Menurut Adipati, periode tahun 2020-2024 merupakan tahapan terakhir dari Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional (RPJPN) 2005-2025, sehingga merupakan periode pembangunan jangka menengah yang sangat penting dan strategis. 

RPJMN 2020-2024 akan mempengaruhi pencapaian target pembangunan dalam RPJPN, di mana pendapatan perkapita Indonesia akan mencapai tingkat kesejahteraan setara dengan negara-negara berpenghasilan menengah atas (Upper-Middle Income Country) yang memiliki kondisi infrastruktur, kualitas sumber daya manusia, pelayanan publik, serta kesejahteraan rakyat yang lebih baik. 

Sesuai dengan RPJPN 2005-2025, sasaran pembangunan jangka menengah 2020-2024 adalah mewujudkan masyarakat Indonesia yang mandiri, maju, adil, dan makmur melalui percepatan pembangunan di berbagai bidang dengan menekankan terbangunnya struktur perekonomian yang kokoh berlandaskan keunggulan kompetitif di berbagai bidang yang didukung oleh sumber daya manusia yang berkualitas dan berdaya saing. 

“Tatanan masyarakat Indonesia yang mandiri, maju, adil dan makmur, khususnya dalam bidang kesehatan salah satunya ditandai dengan Status kesehatan dan gizi masyarakat yang semakin meningkat serta proses tumbuh kembang yang optimal, yang ditandai dengan meningkatnya Umur Harapan Hidup (UHH) dan Healthy Adjusted Life Expectancy (HALE),” tegas Adipati.Surya.

Masih kata Adipati, Kabupaten Waykanan telah menetapkan 39 Kampung sebagai desa lokasi fokus penanganan stunting pada tahun 2021, bukan berarti kampung lainnya tidak mendapat perhatian. Sampai tahun 2024 secara bertahap seluruh kampung di Kabupaten Waykanan akan menjadi lokus penanganan stunting. 

“Pada hari ini kita akan bersama-sama mendeklarasikan komitmen pemerintah Kabupaten Waykanan dalam penurunan stunting terintegrasi, saya sangat berharap kegiatan ini bukan hanya sekedar seremonial saja tetapi menunjukkan keseriusan pemerintah dalam penanganan dan pencegahan stunting. Untuk itu, seluruh peserta yang hadir adalah instansi yang berkontribusi langsung agar terwujud masyarakat Waykanan yang unggul dan sejahtera,” imbuhnya. 

Pada kesempatan yang sama, Kepala Dinas Kesehatan Waykanan Anang Risgianto, S.Km., M.Kes., menambahkan, untuk mencegah Stunting yang dapat mempengaruhi Sumber Daya Manusia terlebih dahulu masyarakat harus bisa memahami dan mengenali tanda-tandanya. 

“Stunting secara singkat merupakan kondisi gagal tumbuh pada balita karena kurangnya gizi,” kata Anang. 

Anang juga memberitahu cara mudah untuk mengetahui apakah balita terkena stunting atau tidak dengan memperhatikan tinggi anak-anak saat berusia 5 tahun.

“Standar tinggi anak umur 5 tahun adalah 110 cm. Kalau memang ada anak yang terpaut jauh dari tinggi standar itu, sudah bisa kita katakan kalau anak itu terkena stunting,” lanjutnya. 

“Stunting sendiri memiliki banyak risiko yang berbahaya apabila dibiarkan ketika dewasa anak stunting memiliki peluang lebih besar mendapatkan penyakit kronis seperti Diabetes, Stroke, atau Jantung,” beber Anang. 

Masih kata Anang, Penyebab stunting sangat banyak mulai dari tidak mendapatkan makanan yang layak, hingga kurangnya air bersih. Imunitas yang rendah juga bisa membuat anak-anak mengalami stunting. 

“Hal ini tentunya memerlukan kerja sama antara semua pihak atau stakeholder yang memang berkaitan. Alhamdulillahnya juga, setiap tahun Kabupaten Waykanan berhasil menurunkan angka persentase bagi anak-anak yang mengalami Stunting, ” imbuh Anang. 

Di tempat yang sama, Kepala Badan Perencanaan Pembangunan, Penelitian dan Pengembangan Daerah Drs. Hi. Rudi Joko Kurnianto, S.H., mengajak seluruh Jajaran Pemerintahan Kabupaten Waykanan berkolaborasi untuk bersama-sama meningkatkan mutu Hidup demi menciptakan Sumber Daya Manusia yang Unggul. 

“Apabila ada Kampung yang memiliki program terkait pencegahan stunting atau meningkatkan mutu hidup, tinggal dikoordinasikan saja dengan aparatur camat dan Kabupaten. Nantinya, apabila program tersebut memang bagus, maka Kabupaten pasti akan mendukungnya,” jelasnya. 

Rudi juga mengatakan bahwa Pemerintah Kabupaten harus bisa merumuskan suatu Kebijakan terkait hal tersebut. Setelah itu, Pemerintah Kecamatan bisa melakukan pertemuan berkala dengan aparat Kecamatan maupun Desa dan masyarakat. Lalu pihak Pemerintahan Desa hanya tinggal mensinkronisasi dan menganggarkan suatu program yang memang masih berkaitan. 

“Intinya hal ini bisa kita tangani apabila seluruh jajaran Pemerintahan mau berkolaborasi dan saling bantu membantu. Kalau tidak, tentunya masalah ini tidak akan bisa diselesaikan,” lanjutnya. 

Masih kata Rudi, pihaknya juga tahu bahwa Sumber Daya Manusia itu memanglah salah satu hal yang dibutuhkan demi memajukan suatu Daerah. Maka dari itu, jangan sampai hal-hal yang berkaitan dengan pemberdayaan masyarakat disepelekan begitu saja.(wk1/mlo)

Pos terkait