Cabai Rawit Anjlok Petani Menjerit

  • Whatsapp
Foto MLO

Medialampung.co.id – Petani cabai Kabupaten Lampung Barat (Lambar) mengeluhkan rendahnya harga jual, khususnya jenis cabai rawit,  dibawah Rp10.000., per kilogram.

Ironisnya lagi selain harga turun agen-agen juga  memilih untuk membeli cabai dari petani dikarenakan kesulitan menjualnya kembali.

Bacaan Lainnya



Dikatakan salah satu agen sayuran di Kecamatan Sekincau, akrab disapa para pelanggannya ibu Untung saat ini mayoritas sayuran mengalami penurunan. Hal itu dimungkinkan faktor kondisi dunia yang sedang dilanda pandemi coronavirus disease 2019 (covid-19), sehingga berkurangnya permintaan dari luar seperti dari Bandar Lampung, Metro dan wilayah lainnya.

Sementara disisi lain jumlah produksi petani meningkat sehingga berdampak pada penurunan harga. “Seperti untuk cabai rebun ini aja biasanya harga jual diatas Rp20 ribu/kg, tapi sekarang kami hanya bisa menjual Rp10 ribu/kg, artinya dari petani pasti lebih rendah.  Dan kami juga masih memilih dan memberikan batasan untuk membeli cabai petani karena untuk mengoper nya sulit,” ungkapnya. 

Terpisah salah satu petani cabai, di Pemangku Menguk, Pekon Bedudu, Kecamatan Belalau Arif menyebutkan dengan harga jual dibawah Rp10 ribu/Kg sangat merugikan petani lantaran tidak sesuai dengan biaya perawatan hingga pembelian pupuk dan lain sebagainya. “Jika dihitung dari biaya perawatan yang harus intens dilakukan setiap hari. Harga jual dibawah sepuluh ribu ini membuat kami ketorok atau gak balik modal,” ungkapnya.

Ditambah lagi dalam penjualannya agak susah karena agen memilih, lantaran khawatir sudah beli namun tidak bisa dilempar. “Sayangnya cabai ini hanya bertahan beberapa hari, karena itu banyak agen yang membeli dengan batasan tertentu,” kata dia.

Atas kondisi itu baik Bu Untung, ataupun Arif berharap kondisi harga jual tanaman Hortikultura tersebut kembali stabil. (rin/mlo)



Pos terkait