Cabuli Anak Dibawah Umur, Kakek 61 Tahun Diamankan Polisi

Medialampung.co.id – Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polres Waykanan mengamankan RS (61), warga Kampung Bukit Harapan Kecamatan Way Tuba Kabupaten Waykanan yang diduga melakukan tindak pidana pencabulan terhadap anak dibawah umur di Kecamatan Way Tuba Kabupaten Waykanan.

Kapolres Waykanan AKBP Binsar Manurung melalui Kasat Reskrim AKP Andre Try Putra menjelaskan kronologis kejadian persetubuhan terhadap Dara (6)—bukan nama sebenarnya— pada hari Sabtu tanggal 11 bulan Desember 2021 sekitar pukul 18.30 WIB di Kampung Bukit Harapan Kecamatan Way Tuba Kabupaten Waykanan.

Bacaan Lainnya


Saat itu, orang tua korban yang baru pulang dari bekerja melihat korban berjalan dengan kondisi menahan sakit pada celah di antara pangkal kedua paha, lalu saat ditanya, korban hanya menjawab “sakit” sambil menunjukkan organ intimnya.

“Setelah ditanya apa sebabnya, orang tua korban baru menyadari bahwa Dara telah menjadi korban Tindakan asusila oleh tersangka pada saat dirumah pelaku, sehingga orang tua langsung melaporkan peristiwa tersebut ke Polres Waykanan untuk ditindak lanjuti,” ujar AKP Andre Try Putra.

Atas laporan orang tua Korban itulah pihaknya langsung melakukan penangkapan terhadap tersangka  pada hari Senin tanggal 13 Desember 2021 sekira pukul 16.00 WIB, di kediamannya di Kampung Bukit Harapan Kecamatan Way Tuba, dan saat ini telah diamankan di Mapolres Waykanan guna dilakukan penyelidikan lebih lanjut.

“Akibat perbuatannya, pelaku dapat dikenakan pasal Pasal 82 Ayat (1) UU RI No.17/2016 tentang perubahan kedua atas UU RI No.23/2002 tentang Perlindungan Anak,” Jelas Kasat Reskrim, AKP Andre Try Putra. 

Terpisah, pengamat Sosial Waykanan, Baharuzaman, SH, berharap pihak berkompeten di Waykanan dapat segera melakukan langkah langkah konkrit guna menangani permasalah pencabulan anak di Bumi Ramik Ragom Waykanan, mengingat banyaknya dugaan kasus pencabulan yang terjadi.

“Saya Pikir pihak-pihak yang berkompeten segera membuat gebrakan, kalau perlu para pelaku predator anak ini dapat diberi hukuman kebiri, kan kita sudah memiliki Undang-Undangnya, dengan harapan kedepan tidak akan ada lagi kekerasan maupun pencabulan terhadap anak, lebih dari itu para orang tua harus benar-benar memberikan pengawasan ketat terhadap anak anak mereka, mirisnya lagi terkadang para pelaku pencabulan anak itu kerap terjadi dalam lingkungan keluarga atau orang dekat,” ujar Baharuzaman.(sah/mlo)


Pos terkait