Camat Harus Harus Tahu Kondisi Warganya

  • Whatsapp

Medialampung.co.id – Kondisi kehidupan masyarakat tidak sepenuhnya diketahui setiap kepala daerah dan wakil kepala daerah. Hal inilah yang menjadi salah satu peran camat sebagai perpanjangan tangan bupati dan wakil bupati di sebuah kecamatan.

Di sela pemantauan Posko Covid-19 serta sosialisasi protokol kesehatan dan vaksin Covid-19, Camat Seputihagung Chandra Sukma mendapati informasi salah satu warga Dusun IV, Kampung Fajarasri, yang sudah 12 tahun tak dapat berjalan normal karena  penyakit diabetes. Mbah Kamtini (80) yang tinggal seorang diri hanya dapat berjalan dengan dibantu tongkat penyangga.

Chandra menyatakan bahwa dari keterangan anaknya Mbah Kamtini tidak mau diajak tinggal dengan anak-anaknya. “Kata anaknya nggak mau diajak tinggal. Mbah Kamtini memilih tinggal di rumah sendiri meski sang suami telah meninggal dunia. Pendengarannya juga sudah berkurang. Ditanya nama Kakam-nya saja tidak tahu. Masih ingat Kakam yang lama dan sudah meninggal,” katanya.

Dalam kehidupannya, kata Chandra, Mbah Kamtini mengandalkan anak-anaknya yang bekerja serabutan. “Mengandalkan anak-anaknya. Kebetulan rumahnya berdekatan,” ujarnya.

Informasi dari Kakam, kata Chandra, Mbah Kamtini sudah mendapatkan bantuan dari salah satu program bantuan pemerintah. “Dapat bantuan program pemerintah. Pemerintahan kampung juga memberi bantuan dikarenakan Mbah Kamtini tinggal seorang diri. Kondisinya juga selalu dipantau,” ungkapnya.

Camat termuda ini menjelaskan bahwa masih banyak potret kondisi masyarakat seperti Mbah Kamtini ini. “Setiap hari saya selalu keliling melihat kondisi di kampung-kampung, masih banyak PR yang harus diselesaikan secara bersama-sama. Sinergitas antara pemerintah kecamatan, pemerintah kampung, dan masyarakat sangat diperlukan. Bapak Bupati dan Wakil Bupati tidak akan pernah tahu kondisi masyarakatnya bilamana Pak Camat, Pak Lurah, dan masyarakat tidak ikut berperan aktif dalam membantu menginformasikan,” katanya.

Mantan Kabag Protokol Pemkab Lamteng ini berharap kedepannya, semua dapat bekerja sama bahu-membahu mewujudkan visi-misi Bapak Bupati dan Wakil Bupati menjadikan Lamteng menjadi kabupaten yang terbaik se-Provinsi Lampung.

“Semua harus dapat bekerja sama bahu-membahu mewujudkan Lamteng Berjaya. Saya sampaikan pesan Bapak Bupati Musa Ahmad kepada Pak Kakam agar tidak melakukan pungli kepada masyarakat penerima bantuan pemerintah. Pak Kakam juga harus dapat mendata, memantau, membantu, dan menginformasikan bila ada masyarakatnya mengalami kesulitan dalam proses pengusulan maupun pendistribusian penerima bantuan dari pemerintah,” ungkapnya. (sya/mlo)


Pos terkait