Camat Sumberjaya Cek Kandang Kambing Warga Pekon Simpangsari yang Mati Secara Misterius

  • Whatsapp

Medialampung.co.id – Kasus matinya ternak kambing yang diduga dimangsa satwa liar jenis beruang kembali terjadi di Pekon Simpangsari, Kecamatan Sumberjaya, Kabupaten Lampung Barat, Kamis (19/8). 

Adalah ternak kambing milik Barwanto (48) warga Pemangku (Dusun) Wonosari III, sebanyak Lima ekor mati dengan kondisi mengenaskan dengan luka robek cakaran di bagian perut dan organ dalamnya (jantung) hilang, dengan dugaan sementara dimangsa hewan jenis beruang.

Bacaan Lainnya

Kejadian itu mendapat perhatian serius Camat Sumberjaya Drs Dahlin, M.Pd., bersama Kapolsek Sumberjaya Kompol Kadengan, dan Danramil 422/06 Sumberjaya Kapten ARM Iwan Sudrajat bersama anggota babinsa dan babinkamtibmas langsung melakukan peninjauan lokasi, untuk melihat kondisi yang terjadi.

Disampaikan Dahlin, meskipun warga belum melihat langsung wujud pemangsa ternak kambing yang terjadi sekitar Pukul 21.00 Wib itu, tapi dari proses dan indikasi yang terjadi di lapangan diperkirakan hewan pemangsa adalah jenis beruang. 

“Saya bersama Kapolsek Danramil dan jajaran, melihat memang ada kandang rusak dan memang faktanya  yang dimakan jantung kambing sementara yang lainnya utuh,” terang Dahlin.

Dahlin minta petugas berkompeten, seperti Polisi Kehutanan (Polhut), Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) atau Lembaga Wildlife Conservation Society (WCS) dapat melakukan langkah-langkah menghentikan kejadian tersebut yang sudah yang ketiga kalinya di Pekon Simpangsari selama kurun tahun 2021.  

“Harapan kami Mupika Sumberjaya bagaimana mencarikan solusinya supaya kejadian ini tidak terulang kembali dan tidak menimbulkan rasa ketakutan warga dan berdampak terhadap terganggunya aktifitas,” tegas Dahlin bersama Danramil dan Kapolsek Sumberjaya. 

Dahlin juga berharap kepada pihak pekon dan warga lainnya dapat memberikan peran atas musibah yang dialami Darmanto, karena kelima kambing tersebut statusnya Darmanto hanya paroan

Sementara itu, Kapolsek Kadengan, dan Danramil Iwan Sudrajat, meminta pihak pekon untuk meningkatkan pengamanan seperti penerapan ronda, dan kepada warga yang memiliki ternak untuk lebih dijaga. 

Peratin Simpangsari Harun Sohar menyebutkan kasus ini sudah yang ketiga kalinya terjadi tahun ini, dengan total sebanyak 17 ekor kambing yang telah jadi korban. Karena itu pihaknya mendukung harapan camat, kapolsek dan danramil, agar dilakukan upaya-upaya dari petugas berkompeten. 

Seperti melakukan cara penangkapan hewan pemangsa agar dikembalikan ke habitatnya yang tidak mengancam hewan ternak. “Ya upaya yang akan kami lakukan atas kejadian ini sama seperti sebelumnya meningkatkan pengamanan seperti kandang, sebagai upaya sementara,” imbuhnya. (r1n/mlo)


Pos terkait