Camat Suryanto Diberhentikan, Parosil Tunjuk Heru Sebagai Pengganti

  • Whatsapp

Medialampung.co.id – Camat Bandarnegeri Suoh (BNS) Kabupaten Lampung Barat Suryanto resmi diberhentikan dari jabatannya. Untuk mengisi kekosongan jabatan tersebut, Bupati Lambar Hi. Parosil Mabsus menunjuk Wahyudi Heru Iskandar, yang sebelumnya menjabat sebagai Sekretaris Dinas Perhubungan (Dishub). 

Sekretaris Kabupaten (Sekkab) Lambar yang juga ketua Baperzakat Akmal Abdul Nasir mengungkapkan, pemberhentian Suryanto dari jabatannya didasari oleh surat pengunduran diri yang telah diterima pihaknya. 

Bacaan Lainnya


“Pak Suryanto sudah resmi mengundurkan diri, alasannya karena sakit. Surat pengunduran diri tersebut langsung ditindaklanjuti, dan hari ini penggantinya akan dilantik,” ungkap Akmal ditemui di ruang kerjanya, Kamis (27/5). 

Menurutnya, apabila seorang ASN telah mengajukan surat pengunduran diri, maka harus segera ditindaklanjuti terlebih  jabatan camat yang memegang posisi strategis dan cukup vital, dalam mensukseskan program-program pemerintah daerah. 

“Surat pengunduran dirinya sudah kami terima, dan kalau ada ASN mundur apalagi pejabat tentu harus segera ditindaklanjuti dengan menyiapkan penggantinya apalagi itu camat,” ujarnya. 

Diberitakan sebelumnya, Camat BNS Suryanto dikabarkan memilih untuk mengundurkan diri dari jabatannya. Hal ini cukup disayangkan sejumlah pihak, mengingat Suryanto merupakan orang pertama asli BNS maupun Suoh yang menjabat sebagai camat di wilayah tersebut. 

Saat dikonfirmasi  Suryanto tidak menampik soal kabar dirinya akan mengundurkan diri dari jabatannya sebagai camat. Bahkan ia mengaku telah melapor kepada pimpinan dalam hal ini Bupati Lambar Hi. Parosil Mabsus terkait keinginannya untuk mengundurkan diri. 

“Iya mas, saya sudah sampaikan langsung ke bapak bupati, tapi kepastiannya (mundur atau tidaknya) minggu depan mas,” ungkap Suryanto yang mengawali karir sebagai guru, lalu beberapa tahun menjabat sebagai kepala UPTD Pendidikan tersebut. 

Suryanto juga membeberkan alasan kenapa ia memilih mundur dari amanah yang ia terima selama hampir dua tahun sejak dilantik pada September 2019 tersebut. Salah satunya, karena ia merasa tidak kuat lagi menjalankan tugas. 

“Saya sudah nggak kuat mas, umur saya kan sudah tua, saya juga sudah sampaikan ke Pakcik soal itu, kalau tugas berat-berat terus terang saya sudah nggak sanggup,” ujar Suryanto. (nop/mlo)




Pos terkait