Camat TbT Bantah Tudingan Menghalangi Sosialisasi Bacalon Walikota

  • Whatsapp
Perdebatan Camat TbT Zulkifli dengan Ketua AMPG Miftahil Huda di Kelurahan Way Tataan, Rabu (5/8) - Foto Ist/mlo

Medialampung.co.id – Camat Telukbetung Timur (TbT) Zulkifli bantah halangi Tim Partai Golkar Kota Bandarlampung untuk Sosialisasi Bakal Calon Wali Kota Bandarlampung Rycko Menoza SZP dan pemberian bantuan dampak Covid-19, pada Rabu (5/8).

Diungkapkan Zulkifli, kronologi perdebatannya dengan Partai Golkar di Kelurahan Way Tataan bermula saat dirinya tengah menggelar rapat persiapan pembagian bantuan beras Covid-19 di Kantor Kecamatan.

Bacaan Lainnya



“Nah waktu saya rapat bersama Sekcam, para Lurah dan Staf. RT saya telpon bilang ada partai bagi-bagi sembako. Akhirnya kami bersama-sama kesana, sekitar pukul 10.00 WIB,” ucapnya kepada Medialampung.co.id, Rabu (5/8).

Tujuan datang menemui Partai Golkar tersebut menurutnya, pertama untuk menanyakan maksud dan tujuannya.

“Kalau memang hendak membagikan seperti protokol Covid-19, ayo kita bagikan bersama-sama. Karena kan saya Ketua Satgas Covid-19 di Kecamatan TbT,” terangnya.

Kedua, agar masyarakat tidak ribut saat pembagian.

“Ya supaya adil, kita bersama-sama. Karena kadang warga kan tidak mengerti nanti ada yang dapat ada yang tidak. Nah, yang tidak dapat nanti nanya ke kita kok bisa dapat, apalagi ini bagi sembako ada mie dan gula,” ucapanya.

Memang diungkapkan Zulkifli, rombongan tersebut tidak meminta izin terlebih dahulu ke pamong setempat.

“RT juga kaget tiba-tiba datang rombongan ke wilayahnya, Kan bisa koordinasi biar enak atau izin RT. Tapi, mereka salah paham, sampai ada berita saya menghalang-halangi,” ucapnya.

Dimana pada masa Pandemi Covid-19 ini tentunya setiap daerah sangat ketat mengawasi keluar masuknya masyarakat begitupula di TbT.

“Sangat ketat lah pemantauannya orang yang keluar masuk didata guna menghindari penularan Covid-19,” tuturnya.

Untuk lebih jelas, dirinya pun mengirimkan Video berdurasi 8.11 menit kepada Medialampung.co.id, mengenai kronologi kejadian tersebut.

“Tidak ada kita mau menghalangi-halangi apa lagi mau mengusir bisa dilihat di Videonya bang. Saya mau ngomong  dipatahkan seolah debat padahal tidak,” ungkapnya.

Dalam Video tersebut, Camat dan rombongan menghampiri rombongan yang mengenakan baju Partai Golkar, disana tampak Camat menanyakan keperluan mereka kepada Ketua AMPG Miftahul Huda yang tengah membawa bungkusan plastik.

“Ini saya jelaskan, bapak ini tujuannya apa? Untuk sosialisasi, tapi koordinasi dulu dengan RT. Bagus RT lapor, kita selaku aparatur yang berada di kecamatan dan kelurahan menjelaskan kita duduk bermusyawarah dulu. Kalau bapak sosialisasi jangan membawa nama partai yang membawa calonnya dulu,” ungkapnya.

Kemudian Miftahul Huda, menjelaskan tujuan datang ke lokasi tersebut untuk untuk bersosialisasi ke masyarakat, dan menanyakan ke Camat tersebut apakah ada tulisan calon di plastik yang dibawa.

“Kami dari Partai Golkar pak, ini siapa ini liat? apakah ada tulisan calon? Kenapa sosialisasi ini belum masanya kampanye tidak ada aturan yang dilanggar,” ujarnya menjawab pertanyaan Camat TbT.

Kemudian Zulkifli pun menerangkan pihaknya tidak melarang adanya sosialisasi di wilayahnya, namun dirinya meminta adanya koordinasi dengan Lurah maupun RT dan duduk bersama untuk bermusyawarah.

“Sebentar saya jelaskan, bapak tidak melanggar aturan tapi kita duduk bersama dulu, nanti takutnya ada warga yang kecemburuan sosial melihat pembagian ini,” ungkapnya.

Semudian salah satu perempuan menggunakan baju Pemkot Bandarlampung menanyakan kepada RT apakah kedatangan rombongan telah meminta izin. Dijawab lah oleh seorang laki-laki yang diduga RT, “Belum,” ucapnya.

Usai terjadi tanya jawab, akhirnya rombongan Golkar meninggalkan lokasi tersebut, kemudian Camat bersama rombongan menenangkan warga. (pip/mlo)



Pos terkait