Cari WNA Hilang di Sangiang, Tim Gabungan Sisir Perairan Pesbar

  • Whatsapp

Medialampung.co.id – Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) mendirikan posko SAR gabungan untuk pencarian dan pertolongan terhadap tiga orang Warga Negara Asing (WNA) yang hilang saat menyelam di Pulau Sangiang, Banten pada 3 November 2019 lalu. Pendirian posko SAR Gabungan tersebut di Pusatkan di kawasan pantai Labuhan Jukung, Kecamatan Pesisir Tengah, Kabupaten Pesisir Barat (Pesbar).

Kepala Pos Basarnas Tanggamus, Denny Mezu, mengatakan bahwa pendirian posko SAR Gabungan yang dipusatkan di Kabupaten Pesbar ini akan dilakukan selama tiga hari kedepan mulai Rabu sampai Jum’at (13-15/11). Dengan melibatkan personel yang terdiri dari Basarnas, Satpolairud Polres Lampung Barat (Lambar), Koramil 422-03 Pesisir Tengah, Syahbandar. Kemudian, Dishub Pesbar, BPBD Pesbar dan personel Polsek Pesisir Tengah.

Bacaan Lainnya



“Pencarian terhadap penyelam yang hilang di Sangiang beberapa waktu lalu itu merupakan WNA asal Tiongkok, China yakni Tan Xuz Tao, Wan Bing Yang dan Tian Yu,” katanya.

Sedangkan, kata dia, terkait penemuan mayat di perairan pelabuhan Kota Jawa Kecamatan Bangkunat, pada Senin (11/11) kemarin, memang diduga kuat itu merupakan salah satu WNA yang hilang saat menyelam di Pulau Sangiang. Namun untuk identitas pastinya belum bisa diketahui karena masih menunggu hasil Disaster Victim Identification (DVI) oleh Polri.

“Sehingga jika dari hasil DVI Polri itu nanti menunjukkan bahwa jenazah tersbeut merupakan salah satu WNA yang hilang, maka itu berarti masih ada dua orang WNA lagi yang belum ditemukan,” jelasnya.

Namun, lanjutnya, dugaan kuat jenazah yang ditemukan di perairan Pesbar dengan pakaian selam lengkap itu merupakan salah satu WNA yang hilang. Sedangkan, perpanjangan waktu pencarian selama tiga hari yang dipusatkan di Pesbar ini juga merupakan permintaan dari pihak kedutaan China, sehingga dilakukan perpanjangan waktu untuk pencarian.

“Pencarian yang dipusatkan diperairan Pesbar ini karena kemungkinan besar korban yang hilang di Sangiang itu terbawa arus ke wilayah ini. Hal itu juga merujuk dari penemuan jenazah yang diduga salah satu WNA itu di perairan Pesbar,” katanya.

Dijelaskan, pencarian korban hilang ini dialkukan dengan menyisir seluruh wilayah perairan Pesbar mulai dari wilayah Kecamatan Lemong hingga perairan di wilayah Bangkunat. Dengan menggunakan kapal Polairud, Dishub Pesbar maupun perahu nelayan. Sebelumnya, tim gabungan juga sudah mensosialisasikan ke masyarakat nelayan khususnya jika menemukan jenazah korban yang hilang itu agar segera melaporkannya pada tim gabungan Basarnas.

“WNA yang hilang saat menyelam di Pulau Sangiang, semuanya menggunakan pakaian selam dengan peralatan lengkap,” pungkasnya.(yan/mlo)



Pos terkait