Disway

Oleh : Dahlan Iskan Kalau kita melihat angka-angka, Indonesia itu masih hebat. Alhamdulillah. Puji Tuhan. Amitohu. Rahayu. Teman saya di luar negeri terus terheran-heran. Setengah tidak percaya. Dulunya mereka terheran

Disway

Oleh : Dahlan Iskan ”Kantormu masih ada? Tidak hilang?” Itulah pertanyaan saya kepada teman baik saya di Beijing. Ia pemilik beberapa perusahaan. Kantornya di banyak kota: Beijing, Shanghai, Hangzhou, dan

Disway

Oleh : Dahlan Iskan Banyak presiden di dunia ini tapi hanya satu yang seperti Donald Trump: Jair Bolsonaro. Bahkan Presiden Brasil itu lebih nge-Trump dari Trump sendiri. Bolsonaro terus keliling

Disway

Oleh : Dahlan Iskan Banyak pengurus masjid yang ingin studi banding ke sini: bagaimana bisa tetap melaksanakan salat Jumat tapi dengan SOP yang ketat. Itulah Masjid Agung Surabaya. Salat Jum’at

Disway

Oleh : Dahlan Iskan Anda sudah tahu: Amerika Serikat sudah mengalahkan Tiongkok. Dari segi jumlah penderita Covid-19. Anda sudah tahu: Italia sudah mengalahkan Tiongkok. Dari segi jumlah yang meninggal karena

Disway

Oleh : Dahlan Iskan Aneh. Kok bisa. Pukul 09.30 malam sudah tidur. Tiap hari. Setengah jam sebelumnya pun sudah mulai mengantuk. Itulah saya. Maret tahun 2020. Gara-gara Covid-19. Padahal saya

Disway

Oleh : Dahlan Iskan Saya lupa kapan pertama menulis tentang Corona. Yang saya tidak lupa: ada pembaca yang sampai protes –kok topiknya Corona terus. Waktu itu dikira Corona itu hanya

Disway

Oleh : Dahlan Iskan Rapat penting hari itu terjadi pukul 2 siang. Sangat penting –termasuk untuk kita yang di Indonesia. Itulah rapat yang membicarakan apakah obat anti-Covid-19 sudah bisa disetujui.

Disway

Oleh : Dahlan Iskan Sesekali perlu juga agak serius memikirkan mengapa Presiden Trump bikin pernyataan kontroversial. Terutama pernyataannya yang terakhir kemarin, Selasa. Ia minta agar mulai Hari Raya Paskah nanti

Disway

Oleh : Dahlan Iskan Amerika terus menyalahkan Tiongkok. Terutama ketika Presiden Donald Trump terus disalah-salahkan rakyatnya: kok lambat sekali dalam menangani Covid-19. Menlu AS Mike Pompeo menuduh Tiongkok tidak mau

Disway

Oleh : Dahlan Iskan Saya berpikir 1000x untuk menulis DI’s Way hari ini. Yang ke-1001 saya putuskan: menulis. Sepanjang semua orang bisa lockdown secara suka rela, sebenarnya memang tidak perlu

Disway

Oleh : Dahlan Iskan Milan dan Wuhan ternyata beda. Sama-sama di-lock down tapi tidak sama prakteknya. Itu baru diketahui setelah 300 dokter dari Tiongkok tiba di Milan, Kamis petang lalu. Mereka

Disway

Oleh : Dahlan Iskan Semua tahu: belum ada obat untuk Covid-19. Tapi apakah pasien tidak perlu diobati? Para dokter pasti berada dalam dilema yang luar biasa. Lalu harus membuat keputusan.

Disway

Oleh : Dahlan Iskan Banyak sekali pertanyaan seperti ini: mengapa angka kematian akibat Covid-19 begitu tinggi di Indonesia? Sampai 8 persen?  Bahkan ada yang menyebut prosentase kematian itu tertinggi kedua

Disway

Oleh : Dahlan Iskan Hukum melarang pengungkapan data pasien dan penyakitnya. Itulah bunyi teks di hukum positif. Ada apa? Apa pula konteksnya? Bolehkah kita menerjemahkan teks itu disesuaikan dengan konteksnya?

Disway

Oleh : Dahlan Iskan Begitu banyak yang bertanya ke Korea Selatan: bagaimana tanpa lock down jumlah penderita Covid-19 terus menurun di sana. Yang bertanya itu termasuk Presiden Amerika Serikat Donald Trump.

Disway

Oleh : Dahlan Iskan Siapa ‘pasien zero’ Covid-19? Itulah yang terus dicari. Oleh siapa pun. Terutama ilmuwan bidang virus. Pasien zero di Korea Selatan sudah diketahui: wanita berumur 60 tahun

Disway

Hati-hatilah menjadi ayah. Anak Anda yang masih kecil pasti memperhatikan Anda. Diam-diam. Lalu merekam semua itu dalam kesadaran kecilnya. Lantas tumbuh menjadi obsesi: ingin seperti ayah! Apa pun pekerjaan sang

Disway

Oleh : Dahlan Iskan Saya menghubungi teman di Oman. Saya minta tolong padanya untuk mengadakan kontak ke Kuwait. Soal azan yang bunyinya berubah itu. Yang beredar luas di media sosial:

Disway

Oleh : Dahlan Iskan Lockdown atau tidak? Tiongkok melakukan itu. Berhasil. Wabah virus Corona, COVID-19, berhasil dikendalikan. Akhirnya. Korea Selatan tidak melakukan lockdown. Juga berhasil. Wabah virus di sana berhasil dikendalikan –meski

Disway

Oleh : Dahlan Iskan Tidak ada berita yang lebih menggembirakan dari pada ini: penderita virus Corona No. 01 di Indonesia dinyatakan sembuh. Sudah boleh pulang. Doa kita terkabul. Berarti perawatannyi

Disway

Oleh : Dahlan Iskan Perang dagang sudah biasa terjadi. Krisis harga minyak juga pernah ada. Pun wabah suatu penyakit –juga sering muncul. Tapi, kini, tiga bencana itu terjadi di waktu

Disway

Oleh : Dahlan Iskan Mana yang lebih besar: Al Amien Prenduan, Sumenep atau Daar el Qolam Gintung, Tangerang? Dua-duanya dibangun oleh alumni Pondok Modern Gontor, Ponorogo. Dua-duanya fastabikul khairat –sampai

Disway

Oleh : Dahlan Iskan Kini Presiden Donald Trump sendiri yang bilang: kenapa harus takut dengan virus Corona. Yang mati kan hanya 22 orang –di Amerika Serikat. Bandingkan dengan flu. Yang

Disway

Oleh : Dahlan Iskan Kejadian ini benar-benar sulit dijelaskan. Kalau pun bisa diuraikan apa penyebabnya tidak bisa dijelaskan apa tujuannya. Tiba-tiba saja harga minyak mentah turun drastis-tis-tis-tis. Dari yang sudah

Disway

Oleh : Dahlan Iskan Wartawan selalu kesulitan menganalisis apa yang terjadi di pusat kekuasaan Tiongkok dan Rusia. Itu dulu. Ketika sistem komunisme masih penuh rahasia. Sekarang wartawan mengalami kesulitan yang

Disway

Oleh : Dahlan Iskan Saya berjanji ke kebun durian di Cianjur, Jawa Barat. Kok nyasar ke kebun durian di Trawas, Jawa Timur. Itu Sabtu siang kemarin. Nyasar yang terlalu jauh.

Disway

Oleh : Dahlan Iskan Celeng Indonesia ternyata ikut bermain di krisis politik Malaysia. Tapi pembelotan terbesar terjadi di Sarawak. Dua-duanya disebabkan oleh sikap DAP –partai Tionghoa yang sukses besar mendapat

Disway

Oleh : Dahlan Iskan Sebagai bangsa kita berterima kasih kepada dua pasien pertama virus Corona di Indonesia itu. Seorang ibu 64 tahun dan putrinyi berusia 31 tahun itu. Seperti diungkap

Disway

Oleh : Dahlan Iskan Sholeh (baju merah) ngobrol di forum diswayKalau ada ‘kejuaraan terbanyak mengajukan gugatan ke Mahkamah Konstitusi’ saya mengusulkan nama ini: Mohammad Sholeh. Dulunya ia kuliah ilmu politik.

Disway

Oleh : Dahlan Iskan Bagi Kiai Asep Saifudin Chalim tujuannya konkret sekali: ingin membuka universitas internasional. Dan ia sendiri yang akan memimpinnya. Dan itu harus terjadi dalam lima tahun ini.

Disway

Oleh : Dahlan Iskan Seperti juga Liverpool dan Barcelona, akhirnya pertahanan Indonesia jebol juga. Setelah dua bulan bikin aneh warga jagat raya 1 Maret kemarin ditemukanlah penderita virus Corona pertama

Disway

Medialampung.co.id – Ada dua isu pendidikan di balik gejolak politik di Malaysia sekarang ini: soal sertifikat ujian nasional dan pelajaran menulis Jawi. Sampai-sampai menteri pendidikan nasionalnya diminta mundur oleh Perdana

Disway

‘Golkar Malaysia’ tampaknya tidak akan lama menjadi korban reformasi 2018. Kudeta internal itu ternyata berhasil. Setidaknya untuk sementara. Muhyiddin Yassin, pemimpin kudeta itu, akhirnya berhasil menjadi Perdana Menteri Malaysia ke

Disway

Oleh : Dahlan Iskan Apa yang terjadi di Malaysia sekarang ini bisa mengejutkan dan tidak mengejutkan. Ahli sejarah sudah menulis: sesudah kejatuhan diktator pasti diikuti masa ketidakstabilan politik. Ketidakstabilan itu