Cegah Penyakit Campak, Siswa Kelas Satu SD/MI Diberi Imunisasi 

  • Whatsapp

Medialampung.co.id – Dinas Kesehatan Kabupaten Lampung Barat melalui Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) menggelar Bulan Imunisasi Anak Sekolah (BIAS) sebagai upaya untuk meningkatkan sistem kekebalan tubuh terhadap penyakit melalui imunisasi.

Pelayanan serentak yang dilaksanakan di 15 kecamatan itu khususnya pada bulan Agustus diberikan kepada siswa kelas I SD/MI sederajat untuk mendapat imunisasi Campak Rubella. Kemudian, pada November 2020 mendatang  dilanjutkan dengan pemberian imunisasi Diphteria tetanus (Dt) khusus untuk siswa kelas I dan Tetanus diphteria (Td) untuk siswa kelas  II dan V. 

Bacaan Lainnya



Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Ira Permata Sari, S.Farm, Apt, mendampingi Kepala Dinas kesehatan Paijo, S.K.M, M.Kes, menjelaskan  kegiatan BIAS ini melibatkan unsur Dinas Kesehatan, Puskesmas dan Sekolah Dasar.

“Kegiatan ini dilaksanakan pada Bulan Agustus sampai November 2020. Khusus bulan Agustus ini diberikan kepada siswa kelas satu SD untuk mendapat layanan imunisasi Campak Rubella,” jelasnya.

Sejauh ini, lanjutnya, pelaksanaan kegiatan berlangsung dengan baik dan lancar dan dilaksanakan dengan tetap menjalankan protokol kesehatan, dimana sebelum masuk kelas siswa wajib memakai masker, mencuci tangan pakai sabun dan menjaga jarak.

“Kami berharap seluruh anak khususnya kelas satu SD/MI sederajat mendapat layanan imunisasi campak rubella, karena pentingya imunisasi ini diharapkan peran dari bapak dan ibu guru untuk memaksimalkan anak didiknya terutama yang baru menginjak kelas 1 SD dapat tervaksinasi semua dengan catatan pada saat pelaksanaan vaksinasi dalam keadaan sehat,” imbuhnya.

Sementara itu, dalam pelaksanaan dilapangan, kepala UPT Puskesmas Batuketulis Sarwo Edi Wahono, S.K.M, mengatakan khususnya di wilayah kerja Puskesmas setempat saat ini tengah digalakkan oleh tim yang telah dibagi ke sejumlah sekolah. 

“Tentunya dalam hal ini harapan kita kepada pihak sekolah untuk menyampaikan kepada orang tua siswa untuk tidak khawatir apalagi sampai  menolak imunisasi ini. Karena ini dilakukan untuk melindungi anak agar tidak terserang penyakit campak,” ungkapnya.

Pihaknya juga menyebutkan sebelum melakukan imunisasi para siswa terlebih dahulu dicek kesehatannya, bagi siswa yang masih sakit seperti terserang flu, maka dilakukan penundaan dan baru akan dilakukan pada tahap berikutnya melalui sweeping atau peninjauan ulang. (edi/mlo)



Pos terkait