Cegah Penyebaran Covid-19, Tiga Sekolah di Pajarbulan Kembali Laksanakan Daring

  • Whatsapp
Kabid Pembinaan Pendidikan Dasar Disdikbud Lambar, Wasis Supriyadi, S.T.,M.

Medialampung.co.id – Munculnya kasus positif Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) di Kelurahan Pajarbulan Kecamatan Waytenong Kabupaten Lampung Barat, menyebabkan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) mengeluarkan kebijakan untuk menghentikan sementara kegiatan belajar mengajar (KBM) tatap muka di tiga sekolah yang berdekatan dengan lokasi ditemukannya kasus Covid-19 cluster Cimahi tersebut. 

Kabid Pembinaan Pendidikan Dasar Wasis Supriyadi, S.T.,M., mendampingi Kadisdikbud Lambar Bulki Basri mengungkapkan, ketiga sekolah yang sementara waktu melaksanakan KBM Dalam Jaringan (Daring) yakni SDN 1 dan SDN 2 Pajarbulan kemudian SMPN 1 Waytenong. 

Bacaan Lainnya



“Untuk SDN 1 dan 2 itu sebelumnya memang kita yang menghentikan sementara KBM tatap muka dan kembali ke Daring, sementara untuk SMPN 1 Waytenong itu mereka yang meminta dalam satu minggu ini, dengan alasan ada salah satu guru yang anaknya bersekolah di SDN 1 Pajarbulan, tetapi itu hanya satu minggu saja, ” ungkapnya. 

Sementara itu, untuk SDN 1 dan 2 Pajarbulan akan melaksanakan KBM melalui Daring sampai adanya kesiapan dari pihak sekolah, dan salah satu siswa yang dinyatakan Positif Terapar Covid-19 tersebut benar-benar dinyatakan sembuh oleh Dinas Kesehatan. 

“Kalau nantinya sekolah sudah siap dan salah satu siswa tersebut dinyatakan sembuh, maka sudah bisa kembali melaksanakan KBM tatap muka, kita akan terus berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait khususnya dengan dinas kesehatan untuk memastikan kesembuhan salah satu siswa yang dinyatakan positif terpapar Covid-19 tersebut, ” kata Wasis. 

Terusnya, meski melalui Daring namun pihaknya berharap agar Daring tetap berjalan dengan baik. Serta selama melalui Daring pihak sekolah dan juga orang tua benar-benar mengawasi anak-anaknya untuk tidak keluyuran sebagai upaya pencegahan penyebaran Covid-19. 

“Semoga tidak ada lagi kasus Covid-19 klaster sekolah, kita harus sama-sama memutus mata rantai penyebaran, karena itu pentingnya pengawasan orang tua dan juga pihak sekolah untuk terus mengingatkan anak-anaknya,” tutup Wasis. (nop/mlo)



Pos terkait