Cekcok Saat Pulang dari Kebun, Warga Kerang Dianiaya Hingga Leher Nyaris Putus

  • Whatsapp

Medialampung.co.id – Cerwan Sopandi (35) warga Pekon Kerang Kecamatan Batubrak Kabupaten Lampung Barat, harus dilarikan ke Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSUD Alimuddin Umar dan menjalani operasi akibat mengalami luka parah dibagian leher setelah dihunus dengan sebilah golok oleh AS (37) bin JW (alm) yang juga warga pekon Kotabesi Kecamatan Batubrak, Selasa sore (13/7). 

Kapolres Lambar AKBP Rachmat Tri Haryadi, SIK, MH., melalui Kasatreskrim AKP Made Silpa Yudiawan, SIK, MH., mengungkapkan, pelaku diamankan atas dasar laporan No.LP/B/323/VII/2021/SPKT/POLRES LAMBAR/POLDA LAMPUNG, tanggal 13 Juli 2021 dengan tempat kejadian perkara Areal Perkebunan  Kopi Hambekhos, Pekon Kerang Kecamatan Batubrak. 

Bacaan Lainnya

Dijelaskan,  tindak pidana penganiayaan yang mengakibatkan korban terluka parah tersebut dilakukan oleh terlapor terhadap korban, yang pada awalnya korban bersama saksi (istri korban) Ramlaisani dan anak korban hendak pulang dari kebun di Hambekhos. 

“Saat itu istri dan anak korban berjalan kaki mendahului korban, kemudian saat itu korban berpapasan dengan pelaku AS, saat berpapasan terjadi cekcok antara keduanya hingga akhirnya pelaku menghunuskan goloknya ke arah leher korban, sehingga korban mengalami luka dibagian leher,” ungkap Made. 

Setelah menerima  laporan kejadian, kata Made, anggota piket Sat Reskrim Polres Lambar bersama dengan tekab 308  melakukan penyelidikan dan mengetahui bahwa pelaku sedang berada di rumahnya, kemudian anggota  menuju lokasi yang diduga rumah pelaku yang berada di Pekon Kota Besi Kecamatan Batubrak, dan dilakukan penggerebekan, penggeledahan dan penangkapan.

“Dari kediaman rumah pelaku didapat satu bilah golok milik pelaku yang digunakan oleh pelaku melakukan tindak pidana penganiayaan terhadap korban. Kemudian pelaku dan barang bukti diamankan ke kantor Sat Reskrim Polres Lambar guna proses penyelidikan dan penyidikan lebih lanjut,” bebernya. 

Disinggung terkait dengan motif keduanya cekcok hingga berujung penganiayaan, Made menyebut pihaknya masih melakukan pendalaman dan masih melakukan pemeriksaan terhadap pelaku, sementara korban sendiri menjalani penanganan intensif di RSUD Alimuddin Umar setelah mengalami luka cukup parah. 

“Motifnya masih kami dalami, kami masih melakukan pemeriksaan terhadap pelaku, sementara korban belum bisa dimintai keterangan,” kata dia. 

Sementara itu berdasarkan informasi yang berhasil dihimpun, korban menjalani operasi di RSUD Alimuddin Umar akibat mengalami luka pada bagian leher, dengan panjang luka 15 centimeter dan kedalaman 5 centimeter. Korban mengalami banyak kehilangan darah namun kondisi korban terus membaik. (edi/mlo)




Pos terkait