Curah Hujan Tinggi, Petani Sayur Merugi

  • Whatsapp

Medialampung.co.id – Musim penghujan yang terjadi di wilayah Kabupaten Lampung Utara (Lampura), mulai dikeluhkan para petani sayur. 

Pasalnya, selain curah hujan tinggi menyebab kenaikan debit air sungai  yang mengancam banjir bandang, terlebih sayur yang ditanam para petani membusuk sebelum musim panen.

Bacaan Lainnya

Seperti yang dikeluhkan petani sayur berada di Desa Sumber Arum, Kecamatan Kotabumi Utara, Lampura ini,  terancam gagal panen, Senin (4/1).

Nuryani (37) Petani  sayur Sawi Hijau ini mengaku gagal panen, dikarenakan hujan yang mengguyur di wilayahnya sangat tinggi. Akibatnya, sayur yang belum siap dipanen tersebut di serang hama putih.

“Apes mas. Belum rezekinya. Sayur diserang hama putih, nampak seperti lumut yang menyerang batang sayuran hingga membusuk,” kata dia.

Warga RT 03 RW 02 Desa Sumber Arum ini menjelaskan, beberapa bulan terakhir semenjak terjadinya musim penghujan, perkebunan sayur miliknya gagal panen terutama pada sayuran bayam dan sawi hijau, karena mengalami kerusakkan akibat diguyur air hujan terus menerus.

“Akibat membusuk, kami memilih panen lebih awal. Hal itu, untuk antisipasi kerugian yang besar,” keluh ibu dua anak ini.

Tidak hanya itu, sambungnya, dikarenakan sayur belum cukup umur di panen, mengakibatkan harga jual yang sangat murah.

“Biasanya kalau sayur kwalitas baik, seperti bayam di jual Rp1000 per ikatnya. Sekarang hanya mampu jual Rp400-500 per ikatnya,” kata dia lagi 

“Semenjak musim hujan ini kan banyak yang busuk. Apalagi bayam sama sawi. Kalau untuk pendapatan kalau busuk gini ya anjlok. Aturan bisa panen banyak jadi sedikit karena busuk, apalagi kalau panennya bareng-bareng sama petani lainnya, harinya semakin jatuh,”kata Nuryani. 

Topo (51) petani lainnya juga mengeluh hal yang sama. Menurutnya, jika hujan terus menerus turun, maka petani terpaksa gulung tikar.

“Dari pada ditanam, otomatis kita keluar modal, sampai panen tiba, tapi GX sesuai dengan pengeluaran. Jadi untuk apa? ,” kata Topo.

Ia berharap, adanya perhatian khusus dari pemerintah Kabupaten, melalui satuan kerja terkait, seperti memberi pupuk Geratis kepada petani.

“Kalau Geratis itu barang (pupuk, Red) pasti lebih mambantu petani. Kami petani mengharapkan perhatian pemerintah,” pungkasnya (adk/ozy/mlo)

Pos terkait