DAK Lambar Terealisasi Rp173,9 Miliar

  • Whatsapp
Kepala Badan Pengelolaan Keuangan Daerah (BPKD) Drs. Daman Nasir, M.P.

Medialampung.co.id – Realisasi dana alokasi khusus (DAK) tahun 2020 di Kabupaten Lambar hingga Oktober telah mencapai 91,78 % atau Rp173,9 miliar lebih dari target DAK sebesar Rp189 miliar lebih.

“Per Oktober untuk DAK fisik dan non fisik telah terealisasi 91,78 %,” ungkap Kepala Badan Pengelolaan Keuangan Daerah (BPKD) Drs. Daman Nasir, M.P.

Bacaan Lainnya


Daman menjelaskan, realisasi DAK sebesar Rp173 miliar lebih itu rinciannya DAK fisik Rp100 miliar lebih dari target Rp103 miliar lebih (96,32 %) dan DAK non fisik terealisasi Rp73 miliar lebih dari target Rp85 miliar lebih (86,29 %) 

Daman merinci, untuk DAK fisik terealisasi Rp100 miliar lebih meliputi DAK reguler terealisasi Rp58 miliar miliar dari target Rp61 miliar lebih, DAK penugasan Rp14 miliar lebih dari target Rp15 miliar lebih serta DAK afirmasi Rp26 miliar dari target Rp27 miliar lebih. “Khusus DAK fisik sejauh ini masih ada kekurangan sekitar Rp3 miliar lebih,” imbuhnya

Lanjut dia, untuk DAK non fisik baru terealisasi Rp73 miliar lebih terbagi kedalam 12 aitem kegiatan , antara lain DAK tunjangan profesi guru, DAK tambahan tunjangan guru PNS/non PNS, DAK bantuan operasional penyelenggaraan PAUD, DAK bantuan operasional kesehatan, DAK bantuan operasional keluarga berencana, DAK akreditasi rumah sakit/puskesmas, dan DAK pelayanan kepariwisataan.

Lanjut dia, untuk realisasi DAK non fisik sebesar Rp73 miliar lebih, meliputi DAK tunjangan profesi guru Rp45 lebih dari target Rp57 miliar lebih , DAK tambahan tunjangan guru PNS/non profesi Rp431 juta lebih dari target Rp520 juta lebih, bantuan operasional penyelenggaraan PAUD Rp3,2 miliar lebih dari target Rp3,2 miliar lebih, DAK bantuan operasional kesehatan Rp17 miliar lebih dari target Rp14 miliar lebih, DAK bantuan operasional keluarga berencana Rp2 miliar lebih lebih dari target Rp2 miliar lebih.

Selanjutnya, DAK pelayanan administrasi kependudukan Rp1,2 miliar lebih dari target Rp1,4 miliar lebih, DAK tunjangan khusus guru Rp1,7 miliar lebih dari target Rp2 miliar lebih, DAK penyelenggaraan kesetaraan Rp1 miliar lebih dari target Rp1,1 miliar lebih, serta DAK pelayanan kepariwisataan Rp303 juta lebih dari target Rp344 juta lebih. 

“Kalau DAK non fisik untuk aitem DAK jaminan persalinan ditarget Rp1,4 miliar lebih, DAK akreditasi rumah sakit/puskesmas target Rp798 juta serta DAK pengawasan obat dan makanan ditarget Rp159 juta lebih belum ada realisasinya sampai saat ini,” tandasnya. (lus/mlo)




Pos terkait