DAK Non Fisik Terealisasi Rp26,897 Miliar Lebih

  • Whatsapp
Kepala Badan Pengelolaan Keuangan Daerah (BPKD) Drs. Daman Nasir, M.P.

Medialampung.co.id  – Target penerimaan dana alokasi khusus (DAK) non fisik  di Kabupaten Lambar tahun ini rencananya sebesar Rp85,822 miliar lebih namun hingga akhir April tahun 2020 baru terealisasi Rp26,897 miliar lebih atau 31,34 persen.

Kepala Badan Pengelolaan Keuangan Daerah (BPKD) Drs. Daman Nasir, M.P mengatakan,  DAK non fisik sebesar Rp85,822 lebih itu terbagi kedalam 12 aitem kegiatan seperti DAK tunjangan profesi guru, DAK tambahan tunjangan guru PNS/non PNS, DAK  bantuan operasional penyelenggaraan PAUD, DAK bantuan operasional kesehatan, DAK bantuan operasional keluarga berencana, DAK akreditasi rumah sakit/puskesmas, DAK tunjangan khusus guru, DAK penyelenggaraan kesetaraan, DAK jaminan persalinan, DAK pelayanan administrasi kependudukan, serta DAK pelayanan pariwisata, serta DAK pengawasan Obat dan Makanan.

Bacaan Lainnya



”Dari target total DAK non fisik sebesar Rp85,897 miliar lebih itu hingga akhir April baru terealisasi sebesar Rp26,897 miliar lebih atau 31,34 persen. Itu artinya masih ada kekurangan sekitar Rp58 miliar lagi,” ungkap Daman.

Lebih jauh Daman mengungkapkan, realisasi DAK sebesar Rp26,897  miliar lebih itu merupakan DAK non fisik yang terdiri dari DAK tunjangan profesi guru Rp17 miliar lebih dari target Rp56 miliar lebih,  DAK tambahan tunjangan guru PNS/non profesi Rp207 juta lebih dari target Rp690 juta, bantuan operasional penyelenggaraan PAUD Rp448 juta lebih dari target Rp3,2 miliar lebih, serta  DAK bantuan operasional kesehatan Rp7,3 miliar lebih dari target Rp12 miliar lebih. Kemudian,  DAK bantuan operasional keluarga berencana Rp448 juta lebih dari target Rp4,2 miliar lebih,  DAK pelayanan administrasi kependudukan Rp612 juta lebih dari target Rp1,5 miliar lebih, serta DAK tunjangan khusus guru Rp745 juta lebih dari target Rp2,4 miliar lebih.

”Khusus untuk DAK jaminan persalinan ditarget Rp1,6 miliar lebih, DAK akreditasi rumah sakit/puskesmas target Rp798 juta lebih, DAK penyelenggaraan kesetaraan Rp1,2 miliar, DAK pelayanan pariwisata Rp785 juta dan DAK pengawasan obat dan makanan Rp159 juta lebih belum ada realisasinya hingga saat ini,” pungkas dia. (lusi/mlo)



Pos terkait