DAK Non Fisik Terealisasi Rp28,503 Miliar 

  • Whatsapp
Kepala Badan Pengelolaan Keuangan Daerah (BPKD) Drs. Daman Nasir, M.P.

Medialampung.co.id – Realisasi dana alokasi khusus (DAK) di Kabupaten Lambar  baru Rp28,503 miliar lebih dari target penerimaan DAK Rp163,51 miliar.

“Hingga akhir Mei realisasi DAK baru Rp28,503 miliar lebih, itu pun bersumber dari DAK non fisik. Sedangkan untuk DAK fisik belum ada realisasinya dari pemerintah pusat,” kata Kepala Badan Pengelolaan Keuangan Daerah (BPKD) Drs. Daman Nasir, M.P.

Bacaan Lainnya



Dipaparkannya, dana alokasi khusus (DAK) fisik dan non fisik di Kabupaten Lambar awalnya ditarget sebesar Rp234,59 miliar lebih namun terjadi pengurangan sebesar Rp71,082 miliar lebih sehingga saat ini target penerimaan bersumber dari DAK Rp163 miliar lebih.

Hal itu  sesuai dengan Peraturan Menteri Keuangan (PMK) RI No.35/PMK.07/2020 tentang pengelolaan transfer ke daerah dan Dana Desa tahun anggaran 2020 dalam rangka penanganan pandemi coronavirus Disease 2019 (Covid-19) dan atau menghadapi ancaman yang membahayakan perekonomian nasional.

“Merujuk PMK tersebut, jumlah DAK di Kabupaten Lambar berkurang Rp71,082 miliar lebih dari jumlah anggaran sebelumnya sebesar Rp234,5 miliar lebih,” tegas Daman. 

Lebih jauh Daman mengungkapkan, target DAK sebesar Rp163,51 miliar lebih itu, rinciannya DAK fisik Rp78,848 miliar lebih meliputi DAK reguler Rp59 miliar lebih, DAK penugasan Rp4,7 miliar lebih dan DAk Afirmasi Rp14 miliar lebih, sedangkan DAK Non fisik Rp84,663 miliar lebih terbagi kedalam 12 item kegiatan seperti DAK tunjangan profesi guru, DAK tambahan tunjangan guru PNS/non PNS, DAK  bantuan operasional penyelenggaraan PAUD, DAK bantuan operasional kesehatan, DAK bantuan operasional keluarga berencana, DAK akreditasi rumah sakit/puskesmas, DAK tunjangan khusus guru, DAK penyelenggaraan kesetaraan, DAK jaminan persalinan, DAK pelayanan administrasi kependudukan, serta DAK pelayanan pariwisata, serta DAK pengawasan Obat dan Makanan.

“Dari target total DAK non fisik sebesar Rp84,663 miliar lebih itu hingga akhir Mei baru terealisasi sebesar Rp28,503 miliar lebih atau 33,21 persen. Itu artinya masih ada kekurangan sekitar Rp56 miliar lagi,” ungkap Daman.

Realisasi DAK sebesar Rp28,503  miliar lebih itu merupakan DAK non fisik yang terdiri dari DAK tunjangan profesi guru Rp17 miliar lebih dari target Rp56 miliar lebih,  DAK tambahan tunjangan guru PNS/non profesi Rp207 juta lebih dari target Rp520 juta, bantuan operasional penyelenggaraan PAUD Rp1,6 juta lebih dari target Rp3,2 miliar lebih, serta  DAK bantuan operasional kesehatan Rp7,3 miliar lebih dari target Rp12 miliar lebih.

Kemudian,  DAK bantuan operasional keluarga berencana Rp448 juta lebih dari target Rp3,8 miliar lebih,  DAK pelayanan administrasi kependudukan Rp612 juta lebih dari target Rp1,4 miliar lebih, serta DAK tunjangan khusus guru Rp745 juta lebih dari target Rp2,4 miliar lebih, dan DAK penyelenggaraan kesetaraan Rp456 juta dari target Rp1,2 miliar lebih.

“Khusus untuk DAK jaminan persalinan ditaget Rp1,6 miliar lebih, DAK akreditasi rumah sakit/puskesmas target Rp798 juta lebih, DAK pelayanan pariwisata Rp785 juta dan DAK pengawasan obat dan makanan Rp159 juta lebih belum ada realisasinya hingga saat ini,” tandasnya. (lus/mlo)



Pos terkait