Daki Gunung Abung, Dua WNA Jadi Perhatian Aparat 

  • Whatsapp

Medialampung.co.id – Dua Warga Negara Asing (WNA) yang melakukan pendakian ke Gunung Abung Register 45B, Kecamatan Kebuntebu, Rabu (24/3), dipastikan wisatawan yang hanya ingin menjajal jalur trek di ketinggian 2.115 Meter Diatas Permukaan Laut (MDPL) Hutan Tangki Tebak, Kabupaten Lampung Utara (Lampura).

Diketahui dua wisatawan tersebut satu berasal dari Amerika Serikat yang kini telah menjadi warga Tangerang Selatan, dan satu lagi berasal dari Inggris yang berprofesi sebagai guru private di Jakarta. 

Bacaan Lainnya


“Kedatangan dua wisatawan ini, memang sempat menjadi perhatian petugas terkait, seperti TNI, Polri dan Polhut serta petugas imigrasi Kotabumi, untuk memastikan kelengkapan identitas dan tujuan ke Gunung Abung,” ungkap Peratin Ciptamulya Nandang Romadona.

Setelah dilakukan pemeriksaan kelengkapan identitas dan keterangan tujuannya, kedua WNA yang didampingi dua pemandu wisata asal Kotabumi tersebut, akhirnya dipersilahkan kembali setelah menjalankan misi pendakian.

“Kedua wisatawan ini masuk Gunung Abung, dan menaruh semua perlengkapan termasuk kendaraan mobil, di rumah saya. Lantaran jalur ini merupakan salah satu pintu jalur pendakian Hutan Tangki Tebak Lampung Utara,” katanya.

Dimana niat kedatangan dua WNA yang kebetulan pecinta alam (pendakian) lantaran jalur pendakian tersebut termasuk jalur baru atau belum dibuka secara luas aksesnya seperti jalur pendakian Gunung Pesagi.

“Intinya kedua wisatawan ini ingin mencoba pendakian, setelah mengetahui jalur baru ini dari sesama pendaki atau komunitas pendaki di Provinsi Lampung. Dan kedatangan keduanya juga didampingi pemandu wisata (guide) yang juga pecinta alam,” ungkapnya. 

Lebih jauh disampaikan Nandang setelah bermalam di Gunung Abung, kedua WNA kembali ke rumahnya untuk mengambil barang-barang berikut kendaraan yang dititipkan. Dan disaat itu petugas mulai dari TNI, Polri, Polhut dan Petugas Imigrasi Kotabumi sudah menunggu untuk menanyakan surat-surat kelengkapan, maksud tujuan, dan memeriksa seluruh barang bawaan.

“Dan alhamdulilah dalam pemeriksaan itu tidak ada ditemukan hal-hal yang mencurigakan,” ujar Nandang.

Ditambahkan Anggota Polhut Resort KPH 2 Liwa, Register 45B Buhroni, S.Hut., dalam hal itu, petugas terkait. Setelah mengetahui kedatangan dua WNA tersebut, dan setelah menggali keterangan, langsung berkoordinasi dengan petugas KPHL 7 Tangkit Tebak, hal itu didasari puncak Gunung Abung masuk pengawasan KPHL 7. 

“Atas informasi itu KPHL 7 langsung berkoordinasi dengan pihak imigrasi Kotabumi. Dan akhirnya melakukan tindakan kelapangan bertemu dua WNA tersebut di Pekon Ciptamulya untuk meminta keterangan dan surat-surat, sebagaimana keterangan Peratin Nandang,” ujarnya. 

Disisi lain, yang minta identitasnya dirahasiakan menyayangkan pihak polhut terkesan kecolongan masuknya WNA tanpa terdeteksi awal.

“Kegiatan keramaian seperti nayuh (pesta) saja dibubarkan karena pandemi Covid-19, ini ada WNA masuk tidak terdeteksi. Beruntung Peratin Ciptamulya menjadi tempat izin pihak WNA dan pemandu wisata sehingga keberadaan dan tujuan berkunjung lebih mudah dilacak,” tandasnya. (r1n/mlo)




Pos terkait