Dalam Dua Tahun, BUMD Telan Rp5 Miliar dari APBD Pesbar

  • Whatsapp

Medialampung.co.id – Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) seharusnya mampu memberikan kontribusi terhadap Pemerintah Daerah, salah satunya dalam meningkatkan sumber Pendapatan Asli Daerah (PAD). Seperti di Kabupaten Pesisir Barat (Pesbar) sejak dibentuknya PT.Krui Sukses Mandiri, sebagai BUMD Kabupaten Pesbar pada 2018 dan mulai aktif di tahun 2019 lalu hingga kini baru memberikan kontribusi sekitar Rp50 juta lebih untuk PAD Kabupaten Pesbar.

Padahal, Pemkab Pesbar dalam dua tahun terakhir sejak 2019 hingga 2020 lalu telah mengalokasikan penyertaan modal kepada BUMD itu totalnya mencapai Rp5 miliar untuk pengembangan usaha yang dikelola BUMD, dengan harapan  mampu menyumbang PAD.

Bacaan Lainnya

Direktur Utama PT.Krui Sukses Mandiri, Adilatama Belapasya, di konfirmasi di ruang kerjanya, Senin (14/6),  mengaku bahwa PT. Krui Sukses Mandiri sebagai BUMD Kabupaten Pesbar mulai berdiri sejak 31 Desember 2018 dan aktif di 2019 lalu. Sedangkan, kucuran anggaran sebagai penyertaan modal BUMD dari Pemkab Pesbar di tahun 2019 itu sebesar Rp3 miliar.

“Karena baru terbentuk sehingga di tahun 2019 kita masih fokus dalam penyusunan perangkat perusahaan dan persiapan lainnya, sembari mulai menyusun langkah-langkah program kegiatan usaha (bisnis) yang akan dikembangkan,” katanya.

Dijelaskannya, dalam persiapan penyusunan perangkat perusahaan dan kajian bisnis yang akan dilakukan dan lainnya itu membutuhkan proses yang tidak sebentar. Di tahun 2019 lalu, PT.Krui Sukses Mandiri telah mulai menjalankan usaha seperti usaha Alat Tulis Kantor (ATK) dan lainnya, bahkan usaha di sektor pariwisata salah satunya pengelolaan tiket kawasan wisata Labuhan Jukung.

“Dalam pengelolaan kawasan wisata pantai Labuhan Jukung itu BUMD telah memenuhi retribusi untuk daerah itu sebesar Rp16 juta sebagai PAD,” kata dia.

Ditambahkannya, di tahun 2020 lalu PT.Krui Sukses Mandiri, kembali mendapat penyertaan modal dari Pemkab Pesbar sebesar Rp2 miliar. Kegiatan masih tetap rutin dilaksanakan dengan melakukan penjajakan kerjasama dengan pihak investor, termasuk pengelolaan tiket pesawat di Bandara M.Taufik Kiemas, serta kegiatan lainnya.

Meski dalam pelaksanaannya sempat terkendala Covid-19, tapi pihaknya tetap berupaya agar seluruh kegiatan yang ada memiliki progress yang maksimal. Termasuk dalam penjajakan kerjasama dengan pihak investor untuk pengelolaan sabut kelapa di Kawasan Usaha Agro Industri Terpadu (KUAT) milik Pemkab Pesbar.

“Yang jelas sejak 2019 lalu hingga 2021 ini realisasi PAD yang diperoleh dari BUMD untuk Kabupaten Pesbar itu masih cukup minim, baru sekitar Rp50 juta lebih,” pungkasnya.(yan/d1n/mlo)




Pos terkait