Dalam Semalam, Dua Mobil Nyaris Hilang

  • Whatsapp

Medialampung.co.id – Kurun waktu semalam, tepatnya pada Jumat (4/10) sekitar pukul 03:30 WIB, warga Kecamatan Lumbokseminung, Kabupaten Lampung Barat dihebohkan dengan adanya kasus pencurian kendaraan bermotor (curanmor) di wilayah setempat.

Dua unit mobil Pick Up jenis Daihatsu Grand Max dengan Nomor Polisi (Nopol) BE 8086 MA dan Suzuki Carry tanpa Nopol di dua tempat berbeda tepatnya di Pekon Lombok Selatan dan Pekon Lombok Timur nyaris saja raib.

Bacaan Lainnya



Informasi yang berhasil dihimpun, di TKP Pekon Lombok Timur, mobil Daihatsu Grand Max Pick Up milik Suryanto tersebut nyaris di bawa kabur setelah pelaku berhasil membobol pintu sekaligus merusak kunci kontak. Namun, diduga  karena stir kemudi dalam keadaan terkunci, maka pelaku mengurungkan niatnya meskipun mobil tersebut sempat berhasil mundur keluar dari garasi.

“Iya semalam sempat heboh ada percobaan pencurian mobil, dan memang pelaku sempat berhasil membawa mobil tersebut mundur keluar dari garasi sampai menutupi badan jalan, tapi akhirnya gagal lantaran mungkin stir kemudi dalam keadaan terkunci, dan kejadian ini diketahui pemilik setelah ada kendaran yang hendak melintas membunyikan klakson berkali-kali, karena tidak bisa lewat sebab mobil itu melintang menutupi di badan jalan,” ungkap salah seorang sumber yang enggan disebutkan namanya.

Sementara itu, TKP Pekon Lombok Selatan, percobaan pencurian mobil Suzuki Carry yang merupakan salah satu kendaraan operasional Badan Usaha Milik Pekon (BUMPekon) tersebut di ketahui setelah terjadi kehebohan terkait adanya aksi percobaan pencurian mobil di Pekon Lombok Timur.

“Awalnya saya tidak tahu kalau pintu mobil BUMPekon ini sempat di congkel juga, karena saat sedang heboh ada aksi pencurian di Pekon sebelah (Lombok Timur) saya mau ke lokasi menggunakan mobil ini, tapi ketika hendak membuka pintu, ternyata kuncinya sudah tidak berfungsi, baik di kiri maupun kanan, saat itu saya sadar bahwa mobil ini juga nyaris di bobol,” ungkap Peratin Lombok Selatan Hendra.

Kemungkinan, kata dia, urungnya niat pelaku untuk membobol pintu mobil tersebut lantaran berulang kali di gonggongi anjing yang dipeliharanya. ”Memang tadi malam kami sempat mendengar anjing kami mengonggong berulang kali, namun tidak kami hiraukan karena kami pikir mungkin ada orang lewat saja,” kata dia.

Menyakapi hal tersebut, Kapolsek Balikbukit Iptu Samsul Bahri S.H., mendampingi Kapolres Lambar AKBP Rachmat Tri Haryadi S.Ik, M.H., membenarkan kejadian tersebut, bahkan anggotanya yang di pimpin oleh Kanit Reserse dan Kriminial Ipda Edwar Penjaitan telah pengecekan di dua TKP tersebut. Namun, pihaknya mengaku sejauh ini belum menerima laporan resmi dari korban.

“Iya, informasi yang kami terima ada dua TKP yang berbeda, tadi pagi  anggota dan kanit reskrim sudah ke lokasi, dan saat ini masih dalam tahap lidik (penyelidikan), bahkan para korban belum merespon setelah kami minta untuk membuat laporan pengaduan resminya,” kata dia.

Terkait hasil pengecekan di TKP, pihaknya membenarkan bahwa salah satu mobil milik Suryanto yaitu Daihatsu Gran Max pada bagian kunci pintu dan kontak sudah dalam keadaan rusak setelah di bobol pelaku.

“Iya, pada bagian kunci pintu dan kontak mobil Grand Max sudah dalam keadaan rusak, sementara untuk mobil Suzuki Carry di TKP Pekon Lombokselatan  bisa dikatakan nyaris tidak ada bekas, hanya saja kunci pintu sudah tidak dapat dibuka saja,” imbuhnya.

Sayangnya, saat dikonfirmasi terkait kemungkinan jumlah pelaku, pihaknya belum dapat memberikan keterangan lebih lanjut, sebab kasus ini masih dalam proses penyelidikan. “Untuk selebihnya belum bisa kita paparkan, karena kasus ini masih proses lidik, nanti apabila ada perkembangan akan kita sampaikan,” pungkasnya.

Seperti diketahui, terjadinya percobaan kasus pencurian kendaraan bermotor tersebut, menambah catatan aksi tindak kriminalitas di wilayah Hukum Polres Lambar. Sebab, belum terungkapnya satu kasus lainnya seperti hilangnya satu unit mobil jenis Mini Bus Suzuki APV Type GC415V STD MT dengan Nomor Polisi (Nopol) B 1045 UOS yang sedang terparkir di jalan lintas Provinsi Liwa-Ranau pada Kamis (5/9) lalu, hingga saat ini juga masih terus dalam proses penyelidikan.

Hal itu tentunya menambah tingkat kekhawatiran dari masyarakat, seperti yang diungkapkan Hendri Kartiko, salah seorang warga Kecamatan Lumbokseminung, yang mengaku resah akan aksi dari para pelaku tindak krimininalitas tersebut.

“Kalau seperti ini terus wilayah kita ini sudah mulai tidak aman, kami mohon aparat kepolisian supaya segera mengungkap para pelakunya, karena kalau tidak terungkap juga masyarakat akan semakin resah,” pintanya.(edi/mlo)



Pos terkait