Dalam Semalam Polsek Balikbukit Ringkus Tiga Pelaku Penyalahgunaan Narkoba

  • Whatsapp

Medialampung.co.id – Upaya untuk memberantas penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika di wilayah hukum Polsek Balikbukit jajaran Polres Lampung Barat terus dilakukan.

Hal itu terbukti dari keberhasilan Unit Reskrim Polsek setempat. Dimana, pada Rabu (23/9) malam dengan dipimpin Kanit Reskrim Ipda E. Panjaitan berhasil meringkus tiga pelaku penyalahgunaan Narkotika jenis Extacy di dua Tempat Kejadian Perkara (TKP) berbeda.

Bacaan Lainnya



Penangkapan pertama dilakukan di sebuah lokasi hiburan orgen tunggal di Pekon Tebapering, Kecamatan Sukau, dengan berhasil mengamankan HD (33) Warga Pekon Sukarame, Kecamatan Balikbukit yang masuk Daftar Pencarian Orang (DPO) Sat Narkoba Polres Lambar pada Tahun 2019 lalu dengan Barang Bukti (BB) berupa satu buah Pill Exctacy warna biru.

Di TKP yang sama, Polisi juga mengamankan RM (46) warga Desa Bendi, Kecamatan Buay Rawan, Kabupaten OKU Selatan berikut barang bukti berupa Dua butir Pill Exctacy warna hijau dan Dua butir pill Extacy warna coklat muda dalam plastik klip kecil, sejumlah handphone serta uang tunai sebesar Rp4,5 Juta.

Sementara itu, di TKP berbeda tepatnya di Jalan Raya Pekon Pagar Dewa, Kecamatan Sukau, Pihaknya berhasil mengamankan seorang wanita Berinisial ST (23) warga Kelurahan Sukajadi, Kecamatan Baturaja Timur, Kabupaten OKU Selatan dengan barang bukti berupa satu klip  bekas pakai inex yang masih berisi bubuk inek dan Dua butir obat kuat (viagra) merk Top Gra warna biru serta sebuah handphone.

Kapolsek Balikbukit Iptu Samsul Bahri S.H, mendampingi Kapolres AKBP Rachmat Tri Haryadi S.Ik, M.H, melalui Kanit Reskrim Ipda E. Panjaitan, membenarkan penangkapan terhadap tiga orang pelaku di dua TKP terkait kasus penyalahgunaan narkotika tersebut.

“Iya benar, tim dari Unit Reskrim Polsek Balikbukit berhasil melakukan pengungkapan kasus narkoba di dua TKP terkait kepemilikan Extacy,” ujarnya.

Namun, saat ini pihaknya mengaku belum dapat memberikan keterangan lebih lanjut, karena petugas tengah melakukan penyidikan untuk memastikan peran dari setiap pelaku.

“Para pelaku masih kita lakukan penyidikan untuk mengetahui statusnya apakah sebagai pengedar atau pemakai,” singkat dia.(edi/mlo)



Pos terkait